Wanita

Publish date : 12/27/2019

Si Kecil Mual dan Muntah Terus? Kenapa Ya, Mums?


Mual dan muntah yang dialami Si Kecil tentu perlu diwaspadai atau tidak boleh dianggap sepele ya Mums. Sebab, mual dan muntah bisa jadi merupakan tanda adanya masalah pada sistem pencernaan Si Kecil. Selain itu, kondisi ini juga akan mengganggu penyerapan nutrisi Si Kecil dan berdampak pada terhambatnya proses tumbuh kembang.


Gejala mual dan muntah yang dialami Si Kecil juga bervariasi dan tidak melulu disebabkan hal yang sama lho, Mums. Maka dari itu, langkah penanganan mual dan muntah pun bisa berbeda-beda, tergantung pada penyebabnya. Berikut ini beberapa penyebab mual dan muntah yang perlu Mums ketahui saat terjadi pada Si Kecil.


1. Gumoh

Seringkali, mual dan muntah yang dialami Si Kecil bukan disebabkan suatu hal yang serius. Karena, Si Kecil bisa saja mengalami mual karena terlalu banyak makan atau gumoh. Gumoh merupakan muntah yang normal dan biasanya dialami Si Kecil setelah minum susu. Ini terjadi karena cincin otot yang berada di antara kerongkongan dan lambung tidak menutup dengan sempurna saat susu akan diteruskan ke lambung. Akibatnya, susu kembali lagi ke kerongkongan dan membuat Si Kecil mengalami gumoh.


2. Keracunan Makanan

Keracunan makanan merupakan salah satu penyebab mual muntah yang paling wajib Mums waspadai. Biasanya, gejala keracunan seperti, mual, muntah, dan diare akan terjadi beberapa jam hingga hitungan hari setelah Si Kecil mengonsumsi makanan tertentu. Keracunan makanan disebabkan oleh kontaminasi kuman dan racun saat makanan dibuat atau saat akan dikonsumsi Si Kecil. Jadi, pastikan Mums selalu memberikan makanan yang bersih dan sehat untuk mencegah keracunan makanan, ya!


Baca juga:

Anak Muntah Terus-Menerus, Apakah Berbahaya?

Pilihan Obat Mual Muntah yang Aman Buat Si Kecil

Tips Jitu Meredakan Mual dan Muntah Pada Anak




3. Infeksi

Penyebab mual dan muntah lainnnya pada Si Kecil yang perlu Mums waspadai adalah infeksi perut dan usus. Masalah infeksi biasanya disebabkan oleh virus, bakteri dan parasit. Gejala dari infeksi yang biasanya dialami Si Kecil antara lain mual, muntah, diare, demam dan sakit perut.

Salah satu virus yang seringkali menyebabkan Si Kecil mual dan muntah adalah rotavirus. Virus ini tergolong berbahaya karena sangat menular dan bisa membuat Si Kecil mengalami mual, muntah, demam, dan diare. Tapi, Mums jangan khawatir, karena sudah ada vaksin untuk mengatasi virus yang satu ini dan tentunya wajib Mums berikan kepada Si Kecil sedini mungkin.

4. Kemoterapi dan Radioterapi

Jika anak sedang menjalani pengobatan kemoterapi ataupun radioterapi, perasaan mual dan muntah adalah efek samping yang umum. Mual muntah yang terjadi pada pasien kemoterapi dan radioterapi dipengaruhi oleh frekuensi perawatan, dosis obat, cara pemberian obat, dan kondisi fisiologisnya, Mums. Jadi, rasa mual dan muntah bagi tiap pasien akan berbeda-beda pula tingkat keparahannya. Untuk mengatasi mual dan muntah selama masa kemoterapi dan radioterapi ini, obat antimual seperti domperidone biasanya diberikan pada Si Kecil pada dosis tertentu.


Nah, itulah beberapa penyebab mual dan muntah yang perlu Mums ketahui, agar langkah penanganan yang diberikan pada Si Kecil lebih tepat. Mums bisa memberikan obat mual dan muntah yang aman untuk anak dan bayi, sebagai langkah penanganan yang efektif dan praktis. Anti mual yang mengandung domperidone seperti Vometa Drop, bisa menjadi pilihan yang tepat jika Si Kecil mengalami perut kembung, mual dan muntah akut, serta yang disebabkan oleh kemoterapi dan radioterapi.




Referensi: HelloSehat, Alodokter




Tags: mual dan muntah pada anak,mual muntah akibat radiografi,mual muntah akibat kemoterapi,mual dan muntah pasca operasi,mual muntah pada bayi,penyebab mual muntah,mengatasi mual muntah