Kesehatan

Publish date : 12/31/2019

Anak Muntah Terus-Menerus, Apakah Berbahaya?


Muntah memang tak mengenal usia. Terlebih pada anak-anak, muntah lebih sering dan mudah terjadi, sehingga orang tua seringkali tidak begitu serius dalam menanganinya. Padahal, terkadang muntah bisa menjadi bagian dari penyakit yang lebih serius. Komplikasi hingga kematian merupakan bahaya yang tidak dapat dihindari dan dapat mengancam kapanpun.

Di Yaman, seorang bernama Mohammad Shubo ditemukan dalam keadaan tak bergerak dan tak ada denyut nadi setelah mengalami muntah dan diare dari pagi hingga sore hari. Dalam upaya untuk memulihkannya dengan cepat, perawat memberi Shubo infus larutan garam. Dengan perawatan khusus, dalam waktu setengah jam kemudian, dia bisa duduk dan berbicara. Perlu waktu selama dua hari di rumah sakit untuk merehidrasi dan memulihkan kondisinya. Jika terlambat 10 menit saja untuk membawa Shubo ke rumah sakit, dipastikan nyawanya tak akan dapat lagi tertolong, kata seorang perawat.

Kisah di atas bisa menjadi pelajaran bagi siapa saja, agar tidak menyepelekan penyakit atau kelainan fisiologis apapun. Terlebih bagi anak dan manula, yang memiliki sistem pertahanan lebih lemah. Jika Si Kecil tergolong sering mengalami muntah, Mums & Dads harus lebih awas dan memperhatikan kondisi fisik serta lingkungan anak. Terdapat berbagai faktor penyebab muntah anak yang perlu Mums & Dads waspadai, di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Infeksi ringan pada lambung ataupun usus

  2. Refluks gastroesofagus. Anak-anak dengan refluks akan mudah muntah saat mengalami batuk yang keras.

  3. Mabuk perjalanan dari kendaraan yang bergerak. 

  4. Penyakit serius seperti radang usus buntu, infeksi ginjal, meningitis, diabetes, hingga cedera kepala. Penyebab serius pada bayi muda adalah stenosis pilorik.

  5. Keracunan makanan akibat toksin dari kuman yang tumbuh dalam makanan yang ditinggalkan terlalu lama, atau terkontaminasi.

  6. Gastritis viral, yang juga disebut flu perut atau infeksi perut akibat virus.

  7. Alergi makanan tertentu, seperti kacang, ikan, udang dan kerang.

  8. Sakit kepala migrain dan vertigo yang ditandai dengan muntah berulang. Hal ini biasanya dialami anak pada usia menjelang remaja.

  9. Adanya infeksi (selain pada organ pencernaan) pada paru-paru, telinga, atau saluran kemih

  10. Indikasi cidera kepala seperti gegar otak atau pendarahan otak, atau tumor otak atau masalah otak lainnya.

Nah, dari penjelasan di atas, kita tahu bahwa muntah berkepanjangan dapat menjadi indikasi penyakit serius, kan. Maka, segeralah konsultasikan ke dokter, jika muntah yang dialami Si Kecil terlalu sering dan tidak diketahui dengan jelas penyebabnya, serta jangan pernah menunda penanganan. Ketika Si Kecil dalam kondisi muntah-muntah, segera lakukan pertolongan pertama. Pertolongan paling efektif adalah dengan memberikan pereda muntah yang dianjurkan untuk anak, seperti Vometa Drop yang mengandung domperiodone.




References: ncbi.nlm.nih.gov, seattlechilderns.org, parents.com, theguardian.com, Better Health Channel



Tags: Muntah pada anak