Kesehatan

Publish date : 12/25/2019

Ketika jatuh sakit, kita pasti akan lebih berhati-hati dalam menggunakan obat agar lekas sembuh. Kendati demikian, masih banyak di antara kita yang mengabaikan informasi penggunaan obat dari dokter dan apoteker. Karena itu, kamu akan kesulitan dalam membaca aturan pakai obat. Agar tidak salah paham terus, simak dan pelajari penjelasan di bawah ini, yuk!



Aturan Pakai Obat Berdasarkan Frekuensi Penggunaan


Setiap obat yang diberikan pada pasien, pasti akan tertera dosis dan frekuensi penggunaannya. Ada yang harus diminum 1 kali sehari, hingga 3 kali sehari. Sebagian orang masih menganggap bahwa, obat tersebut dapat digunakan kapan saja asalkan jumlah pemakaian dalam hari tersebut sesuai. Eits, ternyata aturan tersebut tidak sesederhana yang kamu kira lho, Sowbat!


Mari kita ambil contoh penggunaan obat dengan frekuensi 3 x 1 hari. Maksud dari aturan tersebut adalah obat digunakan setiap jangka waktu 8 jam. Sehingga, dalam satu hari (24 jam) kamu akan menggunakan obat sebanyak 3 kali. Mudahnya, tinggal bagikan saja 24 jam dengan 3 kali penggunaan. Semisal waktu pertama kali kamu minum obat adalah pukul 07.00, maka dosis selanjutnya harus diminum pukul 15.00 sore, lalu dosis terakhir diminum pada pukul 23.00.


Penggunaan obat diatur berdasarkan interval waktu tertentu untuk memastikan kadarnya dalam tubuh cukup untuk memberikan khasiat. Oleh karena itu, meminum obat tepat waktu sangatlah penting untuk menjaga obat tetap bekerja optimal. Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari dr. Anis Kurniawati, PhD, SpMK(K), sekretaris Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba Kementerian Kesehatan bahwa, obat-obat tertentu memiliki jadwal minum yang benar-benar saklek karena dosis konsentrasi obat harus tetap ada terus menerus di dalam darah. Ketika kadar obat dalam darah mulai turun, maka efektivitasnya pun menurun. Karena itu, kamu harus minum obat lagi untuk menjaga kadar dan kerja obat di dalam darah tetap stabil.



Apa yang harus dilakukan jika lupa minum obat?


Apabila kamu kelupaan meminum obat pada waktu yang sudah dijadwalkan, segera minum obat saat itu juga. Namun, perlu kamu ingat bahwa perhitungan interval waktu harus disesuaikan lagi dengan waktu terakhir kamu minum obat. Selain itu, jangan pernah menggandakan dosis obat, karena akan memicu reaksi overdosis. Agar lebih paham, anggaplah misalnya kamu harus meminum obat jam 7 pagi dengan aturan 3 kali sehari (tiap 8 jam). Lalu, kamu baru meminum obat di jam 9 pagi karena lupa. Maka, kamu harus meminum obat lagi 8 jam setelahnya, yakni jam 5 sore.



Baca juga:
Bahaya! Tidak Habiskan Antibiotik Sebabkan Bakteri Resisten


Aturan Pakai Berdasarkan Kondisi Pencernaan


Dikala hendak minum obat, kamu pasti sering menemukan aturan obat harus diminum sebelum atau sesudah makan, kan? Jadwal minum obat memang harus disesuaikan dengan kondisi saat lambung terisi atau kosong. Beberapa obat dapat berinteraksi dengan makanan. Obat juga dapat berinteraksi dengan minuman lho, Sowbat. Oleh karenanya, pasien selalu dianjurkan untuk meminum obat dengan air mineral. Interaksi yang terjadi bisa saja menyebabkan obat menjadi terurai dan tidak berkhasiat, obat menjadi toksik dan lainnya. Berikut ini penjelasan terkait aturan pakai obat berdasarkan kondisi pencernaan dan alasannya:


1. Obat diminum setelah makan


Obat dianjurkan untuk diminum setidaknya 30 menit setelah makan. Alasan obat sebaiknya diminum setelah makan adalah untuk mencegah efek samping (terutama terkait iritasi saluran cerna), memastikan obat diserap optimal ke dalam aliran darah dan tidak cepat terbuang akibat proses pengosongan lambung, mendukung kerja obat, serta membantu tubuh dalam mencerna makanan. Ada juga obat yang diminum setelah makan karena memang fungsinya untuk mamperbaiki masalah pencernaan, seperti antasida untuk sakit maag.


2. Obat diminum sebelum makan


Obat jenis ini perlu dikonsumsi sebelum makan karena efektivitasnya akan lebih baik jika belum ada makanan di lambung. Contohnya, pada obat-obatan lambung seperti lansoprazole dan obat mual muntah seperti domperidone. Alasan lainnya adalah untuk menghindari interaksi antara obat dan makanan. Interaksi yang terjadi di antaranya dapat menyebabkan kerja obat terhambat, hingga obat lebih cepat diserap sehingga efek samping atau toksisitas meningkat.

3. Obat diminum saat perut kosong


Beberapa obat memang dianjurkan untuk diminum saat perut kosong, agar lebih cepat diserap dan bekerja efektif. Selain itu, obat dikonsumsi saat perut kosong untuk menghindari interaksi, atau karena kehadiran makanan akan mengganggu terserapnya obat tersebut dari saluran cerna. Obat-obatan jenis ini sebaiknya diminum 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan.


4. Obat diminum saat makan


Obat-obatan jenis ini memang cukup jarang ditemui. Salah satu contoh obat yang diminum dengan cara ini adalah suplemen dengan kandungan kalsium. Alasan obat jenis ini dikonsumsi saat makan adalah untuk mempermudah penyerapannya. Jadi, kamu cukup mengonsumsi obat di sela-sela kegiatan makan kamu.



Itulah beragam aturan pakai obat-obatan yang perlu kamu pahami, Sowbat. Kalau kamu masih bingung, sebaiknya tanyakan pada dokter ataupun apoeteker agar penggunaan obat tidak salah, ya! Kamu juga bisa konsultasi langsung dengan apoteker tanpa perlu ke apotek, melalui fitur chat apoteker di GoApotik. Semoga lekas sembuh ya, Sowbat.




Referensi: Detik Health, GueSehat, HelloSehat




Tags: Cara minum obat yang tepat,aturan pakai obat,cara baca aturan pakai obat,arti aturan pakai obat,arti minum obat tiga kali sehari