Kesehatan

Publish date : 01/19/2020

Cintai Produk Lokal Dengan Beralih Pada OMAI


Tahukah Sowbat, kalau Indonesia telah mampu menciptakan sejumlah obat-obatan modern yang telah teruji klinis? Obat-obatan berbahan dasar alami seperti Inbumin, HerbaKOF, dan Disolf, merupakan temuan Dexa Group yang diakui sebagai Obat Modern Asli Indonesia (OMAI). Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan OMAI dan perannya dalam pengembangan kefarmasian dan kesehatan di Indonesia? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

 

Obat Modern Asli Indonesia

Berdasarkan penuturan Executive Director Dexa Laboratories of Biomolecular Science, Bapak Raymond R. Tjandrawinata, yang disebut Obat Modern Asli indonesia itu merupakan obat yang telah melalui proses pembuatan obat melalui penelitian secara modern. Metode modern yang dimaksud di antaranya menggunakan pharmacological technique maupun molecular technique. Obat-obatan yang melalui proses riset molekular dan farmakologi akan melibatkan analisis hingga manipulasi DNA, RNA, dan metabolit-metabolit dari bahan baku alami (nabati dan hewani). Dengan tingginya biodiversitas di Indonesia, tentunya pemanfaatan bahan baku lokal dan khas negeri perlu dilakukan dengan gencar, dan OMAI merupakan salah satu produk yang berhasil dikembangkan.

 

OMAI Sebagai Bukti Kemajuan Produk Farmasi Indonesia

Obat Modern Asli Indonesia diproduksi oleh Dexa Group dengan menggunakan tanaman lokal dan khas Indonesia, dan juga hewan. Semua bahan baku ini akan melalui proses riset yang komprehensif agar diperoleh hasil yang berkualitas. Seluruh proses mulai dari riset dan pengembangan sampai dengan produksi obat, tentunya menggunakan metode dan teknologi modern. Sehingga, proses-proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama, bahkan hingga dalam hitungan tahun. 

OMAI sebagai temuan dan inovasi produk farmasi di Indonesia, tentunya didukung dan diapresiasi oleh pemerintah dan para ahli kesehatan. "Soal inovasi riset dan penggunaan teknologi untuk mendukung percepatan kemandirian bahan baku obat ada pada INPRES Nomor 6 Tahun 2016. Inpres itu gerakan mengurangi ketergantungan bahan baku impor. Masih banyak upaya mencoba bahan baku obat lokal. Dexa bisa jadi contoh. Mereka mendorong produksi herbal atau obat asli Indonesia."  tutur Bapak Bambang P.S Brodjonegoro, selaku Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi.

 

OMAI dan Perannya Di Era JKN

Di era JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) saat ini, kebutuhan bahan baku obat yang tinggi, disertai dengan merambahnya tren pengobatan alamiah, menjadi salah satu tantangan bagi para pelaku farmasi di Indonesia. OMAI diangap potensial dan berdaya saing tinggi karena produk ini menggunakan bahan baku alami Indonesia yang tentunya teruji dan berkualitas. Sehingga, ketergantungan untuk mengimpor bahan baku obat pun dapat ditekan. Melihat potensi OMAI, Menteri Riset dan Teknologi bahkan mengusulkan penggunaan Obat Modern Asli Indonesia (terutama fitofarmaka) dalam program JKN. Beliau menganggap bahwa, usulan tersebut merupakan langkah pemerintah dalam membantu hilirisasi industri, khususnya obat-obatan produksi dalam negeri. 


Baca juga:

Apresiasi Pengembangan Obat Modern Asli Indonesia


Beragam Produk OMAI dan Pencapaiannya

Sampai saat ini, Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) telah diproduksi dan diresepkan oleh dokter-dokter Indonesia. Dexa Group sendiri telah memproduksi dan mengekspor sedikitnya 18 obat bernomor izin edar (NIE) fitofarmaka. Berkat peran dan inovasi para peneliti DLBS, bahan baktu aktif obat herbal dalam bentuk fraksi bioaktif pertama di Indonesia berhasil diproduksi. Pencapaian ini pun diikuti dengan diperolehnya paten baik di skala nasional maupun internasional. Secara keseluruhan, DLBS dilaporkan memiliki 10 paten di Indonesia, serta 56 paten di berbagai negara (Amerika, Eropa, Jepang, Korea, dan beberapa negara lain). Berikut adalah beberapa produk OMAI produksi Dexa Group yang perlu kamu ketahui, Sowbat.

1. Inlacin

Merupakan obat diabetes fitofarmaka dengan bahan aktif dari tanaman bungur dan kayu manis. Produk ini juga telah diekspor ke beberapa negara ASEAN seperti Kamboja, dan Filipina.

2. Redacid

Dibuat dengan meggunakan teknologi TCEBS (Tandem Chemistry Expression Bioassay System), akhirnya dihasilkanlah fraksi bioaktif dari kayu manis (Cinnamomum burmannii). Kandungan dalam Redacid berperan sebagai terapi gangguan lambung denganmenghambat aktivitas pompa proton yang berfungsi untuk memproduksi asam lambung.

3. Disolf

Kandungan fraksi bioaktif Lumbricus rubellus di dalamnya berkhasiat untuk memperlancar peredaran darah. Fraksi bioaktif merupakan zat kimia atau metabolit alami tumbuhan yang bersifat lebih murni dibanding ekstrak biasa, sehingga dapat memberikan khasiat yang lebih efektif dan menekan efek samping. 

4. Inbumin

Merupakan obat herbal dengan kandungan ekstrak ikan gabus (Channa striata), yang kaya akan asam amino. Produk ini biasa digunakan sebagai sumber nutrisi bagi pasien yang mengalami gangguan atau penurunan nutrisi, serta membantu mempercepat proses penyembuhan luka, seperti luka pasca operasi.

5. Herba Family

Produk Herba Family terdiri dari HerbaKOF untuk obat batuk, HerbaCOLD untuk Flu, HerbaPAIN untuk sakit kepala dan nyeri otot, dan HerbaVOMITZ untuk gangguan lambung. masing-masing obat herbal di atas mengandung fraksi-fraksi bioaktif yang efektif mengatasi berbagai gangguan kesehatan.

 



References: ristekdikti.go.id, dexa-medica.com, Liputan6, Tribun News, Tempo.co, Republika, Jamu Digital


Tags: Obat Modern Asli Indonesia,kemenristekdikti,dexa group,Dexa Laboratories of Biomolecular Science,hilirisasi industri,hilirisasi bahan baku obat,fraksi bioaktif,produk lokal,obat herbal,fitofarmaka,obat paten,herbal paten,inlacin,redacid,herba family,herbaKOF,herbaCOLD,herbaVOMITZ,herbaPAIN,disolf,inbumin,jaminan kesehatan nasional,bahan baku farmasi,inovasi farmasi