Kesehatan

Publish date : 01/20/2020

Apresiasi Pengembangan Obat Modern Asli Indonesia


Obat Modern Asli Indonesia saat ini telah berhasil dikomersilkan dan dianggap sebagai inovasi kefarmasian di Indonesia. Produk lokal ini merupakan temuan dari para pelaku di industri farmasi, salah satunya adalah Dexa group melalui tim peneliti Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS). Berbagai apresiasi dan prestasi pun telah tercatat atas obat-obatan modern berbahan baku lokal ini. Mari kita simak perjalanan pengembangan OMAI serta tanggapan dari pemerintah, pada ulasan di bawah ini.

 

Perjalanan dan Peran OMAI

Obat Modern Asli Indonesia pada dasarnya adalah obat-obatan (umumnya fitofarmaka), yang diproduksi dengan menggunakan bahan-bahan alami khas Indonesia yang telah melalui serangkaian proses pengujian dan penyempurnaan. OMAI disebut sebagai obat modern berpotensi tinggi, karena diproses melalui teknologi modern secara menyeluruh. Produk farmasi ini dibuat dengan menggunakan prinsip Research and Development (R&D), yakni merupakan kegiatan penelitian dan pengembangan yang memiliki kepentingan komersial dengan riset ilmiah murni. Inilah yang menyebabkan kandungan dalam OMAI berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Di samping itu, bahan baku yang digunakan dalam produksi OMAI berasal dari hasil isolasi hingga fraksinasi tumbuhan dan hewan khas Indonesia, seperti tumbuhan kayu manis hingga ekstrak ikan gabus. Dengan memanfaatkan biodiversitas di tanah Indonesia dalam produksi OMAI, upaya hilirisasi industri terutama produk farmasi Indonesia dapat dilaksanakan dengan gencar, dan kebutuhan impor bahan baku obat dapat ditekan. Selain itu, pihak Dexa group sebagai salah satu pioner dalam produksi OMAI, juga berharap agar langkah pengembangan ini dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia karena memberdayakan mulai dari petani hingga distributor.

 

Apresiasi Pemerintah Terhadap OMAI

Dukungan dan apresiasi diberikan oleh Prof. Bambang PS Brodjonegoro, selaku Menristek dan Kepala Badan Riset dan Inovasi, melalui kunjungannya pada konferensi pers di Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS). "Dengan R&D, produk OMAI kita bisa berdaya saing. Hal itu bukti kesungguhan lebih dari 200 peneliti yang ikut bekerja. Kami yakin daya saing Dexa Group terjaga dan menjadi contoh perusahaan farmasi lain," imbuh Prof. Bambang. Beliau juga mengapresiasi keberhasilan Dexa Group yang telah menghasilkan 18 produk berizin edar Fitofarmaka dan mengekspornya ke luar negeri. 

Di samping itu, Menteri Riset dan Teknologi juga mengharapkan agar sektor swasta terus berkomitmen dalam berinovasi dan menjalankan R&D yang kontinu agar dapat ditiru oleh perusahaan lainnya. Prof. Bambang juga menyatakan bahwa pemerintah tentu turut berperan dalam membantu hilirisasi industri, salah satunya adalah dengan mengusulkan penggunaan OMAI (terutama fitofarmaka) pada program kesehatan JKN. 


Baca juga:

Cintai Produk Lokal Dengan Beralih Pada OMAI



 References: ristekdikti.go.id, dexa-medica.com, Liputan6, Tribun News, Tempo.co, Republika, Jamu Digital





Tags: Obat Modern Asli Indonesia,OMAI,produk lokal,fitofarmaka,obat herbal,jaminan kesehatan nasional,kemenristek,dexa group,Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences,herba familiy,inlacin,inbumin,redacid,disolf