Kesehatan

Publish date : 12/31/2019

Cegah dan Waspadai Muntaber Pada Anak, Sebelum Berujung Fatal!


Rotavirus adalah virus yang sangat mudah menular dan dapat menyebabkan muntaber. Muntaber yang disebakan mikroorganisme ini terjadi akibat adanya peradangan di lambung dan usus yang ditandai dengan mual, muntah, demam, hingga diare yang disertai sakit perut melilit. Saking berbahayanya, penyakit ini menyebabkan dehidrasi parah, kerusakan dan iritasi organ pencernaan, bahkan kematian pada anak-anak dan bayi, jika tidak ditangani dengan tepat. Rotavirus menyebar melalui rute fecal-oral, yaitu ketika virus mengontaminasi tangan, makanan, benda seperti mainan anak, atau penggunaan toilet umum. 

Sebelum vaksin diperkenalkan di Amerika Serikat, penyakit ini bahkan menyebabkan lebih dari 400.000 kunjungan dokter dan 200.000 kunjungan ruang gawat darurat setiap tahun. Secara global, setiap tahunnya rotavirus bisa membunuh sekitar 450.000 anak di bawah usia 5 tahun, dengan sebagian besar kematian ini terjadi di negara-negara berkembang. Duh, ngeri banget ya, Mums!

Meskipun telah tersedia obat muntaber untuk bayi dan anak untuk membantu mengatasi gejalanya, namun belum ada obat yang dapat benar-benar menyembuhkan rotavirus. Peran obat-obatan biasanya untuk membantu meredakan gejala dan mencegah komplikasi yang lebih parah, serta menghambat infeksi. Bahkan, beberapa anak yang telah divaksinasi terhadap rotavirus, masih bisa terinfeksi lebih dari sekali. Meskipun demikian, Mums tentu perlu tetap menerapkan langkah-langkah pencegahan dengan gencar, agar ancaman dan penyebaran rotavirus tidak menghantui Si Kecil. Berikut ini tips-tips yang mesti dilakukan sejak dini, Mums!

1. Mencuci tangan Si Kecil dengan rutin, mengingat rotavirus dapat bertahan hidup di tangan yang terinfeksi selama berjam-jam dan dapat bertahan di permukaan yang kering selama berhari-hari lamanya

2. Sebisa mungkin hindari fasilitas dan tempat-tempat umum yang terlalu ramai dan tidak terjaga kebersihannya. Karena, tempat ini lah yang seringkali menjadi sarana penyebaran virus muntaber.

3. Lakukan tindakan pencegahan khusus, seperti penggunaan sarung tangan saat mengganti popok atau membersihkan toilet, atau kegiatan lainnya

4. Batasi interaksi Si Kecil, terutama bayi di bawah 6 bulan, dari kontak dengan orang lain guna menghindari kemungkinan bayi terpapar virus dari luar

5. Vaksinasi. Vaksin rotavirus direkomendasikan untuk sebagian besar bayi dan efektif dalam mengurangi risiko penyakit pada anak-anak. Vaksin RotaTeq (RV5) dan Rotarix (RV1) diberikan secara oral (melalui mulut) dalam bentuk tetes. Sebaiknya lakukan vaksinasi pada Si Kecil mulai dari usianya yang menginjak di atas 6 bulan ya, Mums

6. Ketika Si Kecil telah terinfeksi virus, tetap maka berikan makan dalam porsi yang lebih kecil dari porsi makanan mereka biasanya, serta  hindari makanan yang tinggi gula atau tinggi lemak

7. Segera berikan obat muntaber yang dianjurkan untuk anak atau bayi, dilanjutkan dengan pemeriksaan medis, jika Si Kecil menunjukan beberapa gejala seperti berikut ini:

  • Demam yang berlangsung lebih dari tiga atau empat hari

  • Anak merasa mual hebat dan muntah disertai darah

  • Kelesuan (kelelahan ekstrim)

  • Anak nampak gelisah dan kebingungan

  • Anak sulit buang air kecil dan sedikit urinnya

  • Detak jantung anak yang tidak stabil

  • Anak mengalami mulut kering

  • Sensasi sejuk di lengan dan kaki

  • Kesulitan bernafas

  • Kesulitan berjalan atau berdiri




References: Government of South Australia Health (sahealth.sa.gov.au), Very Well Health, Infection Control Today, WebMD, Science Daily, historyofvaccines.org



Tags: Muntaber pada anak