Mengenal Virus Covid Varian Terbaru: Omicron (The SARS-CoV-2 Omicron variant)

Goapotik
Publish Date • 12/22/2021
Share
Mengenal Virus Covid Varian Terbaru: Omicron (The SARS-CoV-2 Omicron variant)

Virus merupakan salah satu penyebab penyakit menular yang perlu diwaspadai. Pada 11 Februari 2020, World Health Organization memberi nama virus baru tersebut SARS-CoV-2 dan nama penyakitnya sebagai Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Virus corona ini menjadi patogen penyebab utama outbreak penyakit pernapasan. Virus ini adalah virus RNA rantai tunggal (single-stranded RNA) yang dapat diisolasi dari beberapa jenis hewan, terakhir disinyalir virus ini berasal dari kelelawar kemudian berpindah ke manusia. Pada mulanya transmisi virus ini belum dapat ditentukan apakah dapat melalui antara manusia dengan manusia atau tidak. Jumlah kasus harian penderita COVID-19 terus bertambah seiring dengan waktu. Hingga baru terkonfirmasi jika transmisi pneumonia ini dapat menular dari manusia ke manusia. Pada 11 Maret 2020, WHO mengumumkan bahwa COVID-19 menjadi pandemi di dunia.

SARS-CoV-2 (Severe acute respiratory coronavirus 2) dapat bertransmisi di tengah populasi manusia. Transmisi udara oleh SARS-CoV-2 telah terkonfirmasi. Berbagai ilmuwan Kesehatan sampai saat ini masih berusaha keras untuk dapat memahami dan mengendalikan penyebaran SARS-CoV-2 di tengah pandemi ini. Availabilitas dari vaksin covid , memberikan harapan pada dunia di tengah pandemi ini untuk bisa dikendalikan. Vaksin sudah digunakan sesuai dengan persetujuan WHO dan sudah dilaksanakan proses vaksinasi ke masyarakat di seluruh dunia.

Pada 24 november 2021, Afrika Selatan dan Botswana memberikan alarm kepada WHO tentang temuan adanya varian B.1.1.529, dengan 50 rantai mutase as. amino yang sudah dibandingkan dengan temuan awal di Desember 2019. Dan dilanjutkan pada 26 november 2021, varian baru tersebut diberi nama varian Omicron.  SARS-CoV-2 Varian omicron, adalah nama yang diberikan oleh WHO (World Health Organization),  yang membawa berbagai rantai COVID-19. Ilmuwan di Afrika Selatan dan seluruh dunia sedang mengembangkan penelitian untuk lebih memahami dari berbagai aspek tentang virus terbaru Omicron. Belum begitu jelas apakah penyebaran dari virus varian omicron lebih mudah bertransmisi atau tidak dibandingkan dengan varian lain terutama delta. Hasil tes covid varian omicron di Afrika Selatan semakin meningkat, tetapi sesuai dengan studi epidemiologi masih mencoba memahami berbagai faktor lain. Belum juga diketahui apakah varian omicron menyebabkan tingkat keparahan gejala dibanding varian lain atau tidak. Namun, dalam data awal ditunjukkan bahwa peningkatan pasien positif yang dirawat meningkat tajam di Afrika Selatan.

Perkembangan mutasi virus ini sudah terjadi sejak temuan awal virus SARS-CoV-2 di Wuhan, China. Sampai sekarang perkembangannya dapat diamati dalam tabel berikut. Dimulai dari mutase varian Alpha sampai ke mutase varian Omicron.


Menurut Penelitian di Ontario, Varian omicron adalah varian virus dengan angka mutase paling tinggi sampai saat ini. Dengan kekuatan transmisi atau penyebarannya lebih kuat diikuti dengan beberapa info mengenai varian virus ini masih dalam tahap penelitian. 

Dalam melakukan diagnosis atau test covid, masih bisa menggunakan alat tes yang biasa digunakan. Menurut WHO, dari bukti penemuan awal dapat dinyatakan bahwa Re-Infeksi virus ini dapat terjadi, dilihat dari peningkatan kasus positif karena varian Omicron di Afrika Selatan.

Di Indonesia, diketahui sudah ditemukan adanya pasien terkonfirmasi positif Covid dengan variant Omicron. Saat ini, para pasien tersebut sedang menjalani masa karantina di wisma Atlet. Diketahui orang yang terkonfirmasi tersebut tidak bergejala berat dan masih dalam pemantauan tenaga Kesehatan. 

Sesuai dengan press release yang diberikan oleh KEMENKES RI, dinyatakan bahwa pasien terkonfirmasi positif sampai saat ini di Indonesia (21/12/2021) berjumlah 5 orang. Dua orang yang bertambah hari ini, diketahui terpapar covid usai melakukan perjalanan dari London, Inggris. 

Kasus pertama yang muncul pertama kali di Indonesia, diduga berasal dari orang yang memiliki riwayat perjalanan dari Nigeria (3 orang), diikuti dengan tambahan pasien positif (2 orang) yang melakukan perjalanan dari London. 

Sesuai dengan press release oleh KEMENKES RI mengatakan bahwa, “Penting bagi setiap pelaku perjalanan luar negeri yang masuk ke Indonesia untuk melakukan karantina. Terdeteksinya Omicron di Indonesia merupakan salah satu keberhasilan dari karantina dan kita bisa dengan segera melakukan tracing untuk mencegah meluasnya penularan Omicron.” Pemerintah menghimbau agar masyarakat tetap mewaspadai penyebaran virus Omicron dan virus COVID-19 jenis lainnya. Pesannya kepada masyarakat Indonesia, “Kurangi mobilitas, tetap gunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Jangan lengah dan tetap waspada terhadap penularan virus COVID-19, terutama omicron yang laju penyebarannya sangat cepat. Varian Omicron yang memiliki daya tular lima kali lipat dari varian Delta, merebak luas pertama kali di negara-negara Afrika bagian selatan. 

Upaya pencegahan penyebaran virus, wajib dilakukan dimulai dari diri sendiri. Mulai dari melaksanakan: 

  1. Protokol kesehatan: memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dst.

  2. Pola hidup bersih dan sehat: mengganti baju sesaat sampai dirumah, mandi dan membersihkan barang-barang yang dipakai dari luar rumah, istirahat yang cukup, dst.

  3. Melakukan vaksin sesuai dengan anjuran pemerintah. Vaksin bisa didapatkan di berbagai instansi kesehatan milik pemerintah mulai dari Puskesmas sampai Rumah Sakit Umum Daerah, atau instansi – instansi  tertentu yang secara gratis mengadakan vaksin gratis bagi masyarakat umum.

  4. Mengonsumsi makanan bergizi dan mengonsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. Mengonsumsi makanan bergizi 4 sehat 5 seimbang, diikuti dengan mengonsumsi Vitamin C, Vitamin D, yang sampai sekarang dalam proses pengobatan pun, digunakan sebagai vitamin penunjang pasien terinfeksi Covid 19.

Walaupun virus Omicron sudah mulai terdeteksi di Indonesia, Virus SARS-CoV-2 ini mungkin saja akan terus bermutasi. Maka dari itu kita sebagai masyarakat harus berperan aktif dalam langkah pencegahannya dan aktif pula untuk mencari solusi pengobatan. Lebih cepat tertangani, lebih cepat terdeteksi, sehingga dapat menurunkan angka penyebaran dari virus SARS-CoV-2. 





Sumber:

  1. Public Health Ontario; Report; COVID-19 Variant of Concern Omicron (B.1.1.529): Risk Assessment

  2. International Society for Infectious Disease, Emergence of new SARS-CoV-2 Variant of Concern Omicron (B.1.1.529) – highlights Africa’s research capabilities, but exposes major knowledge gaps,inequities of vaccine distribution, inadequacies in global COVID-19 response and control efforts. International Jourbal of Infection Disease 114(2022)208-272.

  3. Neutralization of SARS-CoV-2 Omicron variant by sera from BNT162b2 or Coronavac vaccine recipients, Published by Oxford University Press for the infectious Disease Society of America. 

  4. Diakses pada tanggal 21 des 2021: (https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20211221/5939024/kasus-varian-omicron-di-indonesia-bertambah-jadi-5-kasus/

  5. Diakses pada tanggal 21 des 2021: (https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20211219/5339013/kasus-pertama-omicron-di-indonesia-diduga-dari-wni-yang-datang-dari-nigeria/

  6. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), (PERKI), (PAPDI),(PERDATIN), dan Ikatan dokter Anak Indonesia (IDAI), Pedoman tatalaksana COVID-19, Tahun 2020