Benarkah Penderita Diabetes Lebih Rentan Terinfeksi COVID-19?

Goapotik
Publish Date • 11/26/2021
Share
Benarkah Penderita Diabetes Lebih Rentan Terinfeksi COVID-19?

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah. Tahukah Sowbat, kalau di tahun 2019 jumlah orang yang mengidap diabetes di dunia mencapai 463 juta orang. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah hingga mencapai 700 juta orang di tahun 2045, loh! Mengutip dari Center for Disease Control and Prevention US (CDC) di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, penderita diabetes yang terinfeksi virus COVID – 19 memiliki risiko kematian mencapai 7%.  Lalu, bagaimana caranya agar kita terhindar dari diabetesUntuk mengetahui informasi selengkapnya yuk, simak ulasannya di bawah ini!

 

Sebelum mengetahui cara untuk terhindar dari penyakit diabetes, sebaiknya ketahui dulu apa itu diabetes dan bagaimana prosesnya hingga seseorang bisa menderita diabetes. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, diabetes disebabkan oleh meningkatnya kadar gula dalam darah yang jumlahnya tidak terkontrol. Kadar gula darah dalam tubuh ini dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi pankreas, organ yang berada di belakang lambung. Pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh. Penyebabnya karena penderita diabetes mengalami resistensi insulin. Produksi insulin menjadi terganggu akibat salah satu proses dalam metabolisme tubuh juga terganggu. Akibat kurangnya insulin ini, menyebabkan glukosa yang ada dalam darah tidak bisa diubah menjadi energi dan kadarnya menjadi tinggi. Jika terjadi endapan gula dalam waktu lama, zat gula yang masuk justru dapat menyerang dan menghancurkan sel yang lain di dalam tubuh. Maka dari itu sangat penting untuk mengetahui gejala diabetes sejak awal agar mendapatkan pengobatan yang tepat.

Selain diabetes tipe 1 dan 2, sebenarnya terdapat tipe diabetes lainnya yang patut diwaspadai. Khususnya pada ibu hamil, diabetes ternyata dapat terjadi selama masa kehamilan atau yang disebut sebagai penyakit diabetes gestasional. Gejalanya mungkin sama seperti tipe diabetes lainnya, seperti mudah mengantuk, mudah lapar, lemas, pandangan kabur, sering buang air kecil seperti setiap 2 jam sekali, dan gejala yang paling menentukan adalah luka yang sulit sembuh. Sebaiknya perhatikan asupan makanan dan minuman saat kehamilan khususnya di masa pandemi COVID-19 saat ini. Bila perlu, konsultasikan ke dokter kandungan untuk rekomendasi vitamin agar terhindar dari virus COVID-19 varian delta yang kabarnya lebih mudah menginfeksi.

 

Risiko Pasien Diabetes terhadap COVID-19

Benarkah penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi virus COVID-19? Dikutip dari Kalb.com, Dr. Lauren Davis, ilmuwan LSU Health Internal Medicine menjelaskan kadar gula yang tinggi dalam darah dapat meningkatkan inflamasi dalam tubuh. Inflamasi merupakan respon kompleks dalam tubuh untuk menghilangkan senyawa asing. Respon ini melibatkan sistem imun, pembuluh darah, dan mediator molekuler lainnya.

Saat penderita diabetes terpapar dengan virus COVID-19, respon inflamasi akan semakin meningkat dan berisiko menyebabkan terjadinya sepsis. Sepsis sendiri merupakan komplikasi infeksi akibat terlalu banyaknya mediator kimia atau sistem imun yang dihasilkan oleh tubuh, yang dapat mengakibatkan kerusakan pada berbagai organ tubuh. Faktor lainnya, yaitu kadar gula tinggi bisa menurunkan kinerja ginjal, sehingga tidak bisa menjalankan fungsinya untuk menghilangkan toxic, menjaga keseimbangan elektrolit, dan menjaga tekanan darah tetap dalam nilai normal.

 

Cara Mencegah Lonjakan Gula Darah saat Terpapar COVID-19

Meskipun risiko infeksi terpapar COVID-19 tinggi, penderita diabetes dapat melakukan pencegahan agar tetap memiliki kadar gula darah normal dan terhindar dari infeksi COVID-19 dengan beberapa langkah berikut: 

1. Tetap lakukan aktivitas sehari – hari sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19, seperti rajin mencuci tangan, melakukan physical distancing, hindari menyentuh daerah wajah sebelum mencuci tangan, dan yang terpenting stay at home menjadi pilihan yang terbaik bagi para penderita diabetes

2. Lakukan desinfeksi rumah dan permukaan perabot secara rutin

3. Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang dengan porsi yang cukup, serta pastikan tubuh selalu terhidrasi dengan minum air

4. Jaga sistem imun untuk selalu tetap kuat dengan istirahat yang cukup, minimal memiliki 7 jam tidur dan yang tak kalah penting adalah kurangi stress

5. Lakukan pemeriksaan gula darah di rumah secara rutin dan tetap mengontrol kadar gula darah dengan mengonsumsi obat – obatan diabetes yang diresepkan dokter

6. Hindari infeksi. Jika sowbat menggunakan injeksi insulin untuk pengobatan diabetes, pastikan untuk selalu mencuci tangan dan bersihkan bagian yang akan disuntik menggunakan air atau alkohol ya

7. Tidak lupa untuk selalu melakukan olahraga ringan secara rutin di rumah agar tubuh kamu selalu fit. Lakukanlah setidaknya 10 menit per hari dan pilihlah jenis olahraga yang sowbat sukai agar dapat berolahraga dengan semangat

 

Bagi sowbat yang masih di rumah saja dan merasa kondisi tubuhnya semakin tidak fit akibat gaya hidup yang buruk, sebaiknya perhatikan tanda diabetes di atas. Jika menemukan beberapa gejala di antaranya, segera lakukan konsultasi dengan dokter. Saat ini, sowbat dapat melakukan konsultasi dengan dokter secara online jika ingin mengetahui hasil dengan cepat. Dokter pun akan meresepkan obat secara online dan dapat ditebus secara online juga seperti di fitur tebus resep GoApotik.

Hal penting yang perlu sowbat ketahui mengenai gula darah adalah gula darah yang ada dalam tubuh sebenarnya sangat penting dimiliki tubuh sebagai bahan pembentuk energi, khususnya agar kita dapat melakukan aktivitas sehari – hari secara maksimal. Jadi, pastikan agar sowbat dapat menjaga kadar gula darah tetap dalam nilai yang normal, dengan selalu menerapkan pola hidup sehat. Ingat, stay at home dan physical distancing harus selalu diterapkan untuk menurunkan risiko terinfeksi ya Sowbat! Sehat selalu! 

Baca juga: Mengapa Penderita Diabetes Dianjurkan Makan Kentang dan Diet Nasi?

 

Penulis: Tim Goapotik

 

Referensi

Official Website:

WebMD, MedicalNewsToday, Alodokter, WHO


Produk Terkait