• SOLUMEDROL 125 MG - 2 ML INJEKSI
  • -
  • -
  • -
  • -
Resep

SOLUMEDROL 125 MG - 2 ML INJEKSI

Untuk pemberian secara intramuskular (IM) atau intravena (IV) pada gangguan endokrin, reumatik, dan hematologi, penyakit kolagen dan kulit, penyakit mata, gastrointestinal, saluran nafas dan neoplasma, kondisi alergi dan edematosa, edema serebral, eksaserbasi akut dari sklerosis multipel, cedera medula spinalis akut, sebagai tambahan pada kemoterapi antituberkulosis untuk pengobatan meningitis TB dengan blok subaraknoid atau ancaman terjadinya blok subaraknoid, trikinosis dengan kelainan neurologi atau miokardial

Kondisi
Baru
Jaminan
Produk Asli

Indikasi / Kegunaan

Untuk pemberian secara intramuskular (IM) atau intravena (IV) pada gangguan endokrin, reumatik, dan hematologi, penyakit kolagen dan kulit, penyakit mata, gastrointestinal, saluran nafas dan neoplasma, kondisi alergi dan edematosa, edema serebral, eksaserbasi akut dari sklerosis multipel, cedera medula spinalis akut, sebagai tambahan pada kemoterapi antituberkulosis untuk pengobatan meningitis TB dengan blok subaraknoid atau ancaman terjadinya blok subaraknoid, trikinosis dengan kelainan neurologi atau miokardial

Kandungan / Komposisi

Tiap 2 mL larutan injeksi mengandung Methylprednisolone Na succinate 125 mg

Dosis

Terapi dosis tinggi diberikan 30 mg/kg berat badan secara IV selama minimal 30 menit dan dapat diulangi setiap 4-6 jam selama 2 hari. Untuk indikasi lain diberikan dosis awal 10-40 mg secara IM/IV. Bayi dan anak : Diberikan tidak kurang dari 0.5 mg/kg

Cara Pemakaian

Penggunaan obat ini harus dilakukan oleh tenaga medis yang profesional

Kemasan

Dus isi vial 125 mg serbuk + vial 2 mL pelarut

Golongan

Obat Keras

Perlu Resep

Ya

Kontraindikasi / Jangan digunakan oleh

Hipersensitivitas. Infeksi jamur sistemik, penggunaan jangka lama pada pasien dengan tukak duodenum & peptik, osteoporosis berat, herpes; riwayat psikosis; imunisasi yang blm lama diberikan. Bayi prematur.

Efek Samping

Insufisiensi adrenokortikal; efek muskuloskeletal, okuler, endokrin, GI, sistem saraf & kulit; gangguan cairan tubuh & elektrolit. Penghentian penggunaan secara mendadak akan mengakibatkan mual, muntah, kehilangan nafsu makan, letargi, sakit kepala, nyeri sendi, deskuamasi, mialgia, kehilangan BB, hipotensi, hiper atau hipopigmentasi, atrofi kulit & subkutan, abses steril, reaksi anafilaksis, henti jantung, bronkospasme, aritmia kordis.

Perhatian Khusus

Penggunaan jangka lama; pasien tidak boleh mendapat imunisasi cacar atau imuniasai lain selama terapi; TB laten atau rekativitas tuberkulin; herpes simpleks pada mata. Hamil & laktasi. Anak, lanjut usia.

Cara Penyimpanan

Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya

Principal

Pfizer Indonesia


Ups!

Belum ada ulasan untuk produk ini

Belanja produk ini dan berikan ulasan

Tersedia di 0 penjual