Kesehatan

Publish date : 09/23/2020

Kelenjar empedu merupakan salah satu organ penting bagi manusia yang terletak tepat di bagian bawah organ hati. Kelenjar empedu  memproduksi cairan empedu yang memiliki fungsi dan peranan yang penting terutama dalam sistem eksresi manusia. Secara umum fungsi kelenjar empedu adalah mengeluarkan zat-zat racun dari dalam tubuh karena dapat membahayakan kesehatan apabila dibiarkan berlarut-larut. Oleh karena itu, apabila seseorang mengalami gangguan empedu, maka akan mempengaruhi sistem eksresinya. Tapi, ternyata tidak hanya sistem eksresi yang terganggu, melainkan juga sistem pencernaan kita. Hal ini tentunya terkait dengan peran empedu dalam membantu kinerja enzim pencernaan dalam proses metabolisme makanan di lambung dan usus.



Cholecystitis, Gangguan Empedu yang Berbahaya


Secara umum, Gangguan empedu disebabkan oleh beberapa faktor antara lain genetik, trauma, gangguan hormon serta pola hidup yang tidak sehat. Salah satu gangguan empedu yang paling sering dijumpai adalah radang empedu atau dalam istilah medis dikenal sebagai Cholecystitis, yaitu adanya peradangan pada kelenjar empedu yang disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu karena terbentuknya batu empedu. Gangguan ini terutama sering diderita oleh seseorang dengan usia diatas 30 tahun. Cholecystitis biasanya ditandai dengan nyeri hebat di perut bagian kanan atas, demam, dan mual serta muntah. Nyeri terkadang terasa hingga bagian belakang/punggung dan akan semakin terasa apabila penderita menarik napas. Jika kondisinya parah, maka salah satu penanganan gangguan ini yaitu dengan melakukan tindakan operasi yang disebut dengan Cholecystectomy. Cholecystectomy sendiri merupakan operasi pengangkatan kelenjar empedu karena komplikasi.


Empedu Optimalkan Kinerja Enzim Pencernaan


Diantara peran penting empedu yaitu membantu meningkatkan fungsi enzim pencernaan agar dapat bekerja lebih optimal. Enzim pencernaan dapat bekerja lebih optimal pada kondisi pH netral dibandingkan kondisi asam. Makanan yang telah melewati lambung selanjutnya akan masuk ke dalam usus, pada saat itu kondisi makanan dalam keadaan asam. Cairan empedu memiliki pH antara 7,5 – 8,0. Cairan empedu akan mengalir dari kelenjar empedu menuju usus dimana makanan tersebut berada, kemudian cairan empedu akan menetralkan kondisi pH asam makanan sehingga enzim pencernaan dapat bekerja secara optimal. 


Enzim pencernaan diperlukan oleh tubuh sebagai katalisator dalam proses metabolisme makanan, yaitu mengolah makanan yang masuk dalam tubuh menjadi zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Enzim utama yang berperan antara lain  enzim lipase yang berfungsi memecah lemak sehingga akan mudah diserap oleh tubuh, enzim amilase yang berfungsi memecah hidrat arang serta enzim protease yang memiliki peran memecah protein menjadi molekul-molekul kecil yang mudah diserap oleh tubuh


Fungsi enzim pencernaan secara umum adalah membantu merombak bahan makanan menjadi molekul-molekul kecil yang dapat diserap oleh tubuh untuk selanjutnya diubah menjadi zat yang dibutuhkan oleh tubuh, salah satunya untuk menghasilkan energi agar tubuh tetap memiliki tenaga untuk melakukan aktivitas. Oleh karena itu, apabila seseorang mengalami gangguan yang berpengaruh pada fungsi enzim pencernaan tentunya dapat memicu timbulnya beberapa gangguan lain karena proses metabolisme makanan yang tidak sempurna, dampaknya tubuh akan terasa lemas dan jika terjadi dalam waktu lama tubuh dapat mengalami intoleransi makanan, keadaan dimana tubuh tidak dapat menerima asupan nutrisi tertentu.



Suplemen Dapat Membantu Optimalkan Sistem Pencernaan


Bagi penderita Cholecystitis yang melakukan tindakan Cholecystectomy tentu akan berpengaruh terhadap fungsi enzim pencernaan yang akhirnya berdampak pada proses metabolisme makanan. Oleh karena itu, pasien yang telah menjalani tindakan operasi Cholecystectomy memerlukan tambahan nutrisi yang dapat meningkatkan kinerja enzim, terutama enzim lipase. Karena empedu secara khusus berpengaruh pada kinerja enzim lipase. Nutrisi tambahan dapat diperoleh dari diet makanan tertentu maupun melalui konsumsi suplemen yang dapat meningkatkan kinerja enzim pencernaan.


Freegas merupakan suplemen makanan yang mengandung 8 jenis enzim pencernaan, diantaranya protease, amilase, glucoamylase, alfa-galaktosidase, lipase, selulase, lactase dan invertase. Freegas dapat dikonsumsi pada saat makan atau setelah makanan dengan anjuran pemakaian sebanyak 1 kali sehari. Suplemen Freegas akan membantu memelihara kesehatan organ pencernaan serta meningkatkan proses metabolisme makanan di dalam tubuh. 


Bagaimanapun, mencegah lebih baik daripada mengobati, Sowbat! Mengatur pola makan dan menerapkan pola hidup sehat merupakan pencegahan terbaik kita dalam menangkal gangguan dan penyakit yang mungkin terjadi. Salam sehat!




Referensi:

- Wilson, C.T., A. de Moya., 2010, Cholecystectomy for acute gallstone pacreatitis: Early VS Delayed Approach, Scandinavian journal of Surgery, 99: 81-85.

- Jones M.W., Genova R., O'Rourke MC, 2020, Acute Cholecystitis. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing.

- Nanda H., 2020., Ragam Fungsi Empedu yang Diperlukan Tubuh, published on gooddoctor.co.id






Tags: Kelenjar empedu,Enzim,Enzim pencernaan,Cholecystitis,Cholecyctectomy,Radang Empedu,suplemen enzim pencernaan,fungsi enzim pencernaan,dampak kekurangan enzim pencernaan,suplemen makanan,Sistem Pencernaan,enzim,jenis enzim pencernaan,manfaat enzim pencernaan,suplemen,freegas suplemen enzim,suplemen makanan mengandung enzim