Kesehatan

Publish date : 09/07/2020

Sebagai orang Indonesia Sowbat pasti sudah tidak asing dengan cairan berwarna putih susu yang berasal dari parutan daging kelapa tua, atau yang kita kenal sebagai santan. Bahan makanan ini kerap kita gunakan sebagai bahan dasar berbagai kudapan khas Indonesia, seperti rendang, opor, hingga gulai. 



Apa Saja Nutrisi di dalam Santan?


Santan memang membuat kudapan menjadi lebih nikmat. Ditambah lagi dengan kandungan berbagai vitamin, mineral, dan juga asam laurat di dalamnya, yang bermanfaat untuk boost sistem imun kita. Kendati demikian, tahukah kamu jika santan juga mengandung kalori dan lemak dalam jumlah yang tinggi? Santan merupakan bahan makanan berkalori tinggi, dengan 93% sumber kalorinya berasal dari lemak, termasuk lemak jenuh yang dikenal dengan medium chain triglycerides. Dalam 240 gram santan terkandung nutrisi yang setara dengan:


- 552 kalori 

- 57 gram lemak 

- 5 gram protein 

- 13 gram karbohidrat 

- 5 gram serat 

- Vitamin C (11% dari jumlah kebutuhan harian yang dianjurkan) 

- Folate (10% dari jumlah kebutuhan harian yang dianjurkan) 

- Besi (22% dari jumlah kebutuhan harian yang dianjurkan) 

- Magnesium (22% dari jumlah kebutuhan harian yang dianjurkan) 

- Kalium (18% dari jumlah kebutuhan harian yang dianjurkan) 

- Mangan (110% dari jumlah kebutuhan harian yang dianjurkan) 

- Selenium (21% dari jumlah kebutuhan harian yang dianjurkan)


Apakah Santan Bisa Sebabkan Gangguan Pencernaan?


Dengan konsumsi santan yang berlebihan, selain dapat menyebabkan peningkatan bobot tubuh karena kalorinya yang tinggi, juga dapat menyebabkan berbagai gangguan pencernaan. Gangguan-gangguan seperti diare, perut begah, maag, dan konstipasi, tercetus akibat tingginya kadar lemak dalam santan.


Agar Sowbat lebih paham terkait alasannya, berikut ini beberapa teori dan fakta dari pencetus perut tidak nyaman yang terkandung dalam santan:


1. Kandungan Serat dalam Santan


Seperti yang telah disebutkan di atas, santan termasuk salah satu sumber serat yang tinggi (sebanyak 5 gram yang setara dengan 12 – 18 persen dari jumlah kebutuhan harian). Serat berperan dalam memelihara kesehatan usus dan lambung, serta melancarkan pencernaan. Namun, konsumsi serat dalam jumlah yang terlalu tinggi, terutama untuk kamu yang tidak biasa mengkonsumsi serat dan kekurangan enzim pencernaan, hal ini bisa menimbulkan masalah. Tubuh kamu mungkin akan kesulitan untuk mencerna serat karena jumlah enzim yang tidak memadai. akibatnya, mikrobiota alami perut akan menjadi sangat aktif untuk membantu pencernaan serta, dan menghasilkan lebih banyak gas di perut. Maka dari itu, kamu akan merasakan perut menjadi begah, bahkan hingga mengalami maag dan diare. Saat hal ini terjadi, kamu dianjurkan untuk boost enzim pencernaan kamu dengan beberapa jenis buah atau suplemen enzim.


2. Kandungan Gula dalam Santan 


Gula yang ada di santan berupa fruktosa dengan jumlah yang cukup tinggi. Fruktosa merupakan makanan utama mikrobiota alami perut. Sehingga, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, perut kamu akan menampung lebih banyak gas. Konsumsi gula yang tinggi juga bisa meningkatkan risiko obesitas, yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko komplikasi yang menyerang sistem pencernaan, kardiovaskular, dan organ vital lainnya.


3. Kandungan Lemak dalam Santan 


Hampir sekitar 90% lemak yang ada dalam santan merupakan lemak jenuh yang berbahaya bagi tubuh karena dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan pencernaan. Di samping itu, lemak terkenal lebih lama dan sulit untuk dicerna, serta dapat menyebabkan otot sfingter yang menghubungkan antara lambung dan kerongkongan (lower esophageal sphincter) jadi melemah. Alhasil, asam lambung akan bertambah untuk mempercepat pencernaan, sementara itu refluk atau naiknya cairan lambung ke kerongkongan juga tidak dapat dihindari. Inilah yang menjadi pencetus gejala maag yang sering dirasakan sehabis mengonsumsi makanan bersantan, Sowbat!


Bagaimana Pencegahan dan Penanganan yang Tepat Saat Gangguan Pencernaan Muncul Akibat Konsumsi Santan?


Nah, sudah paham jika konsumsi santan berlebihan dapat menimbulkan efek samping yang tidak baik pada pencernaan kita, kan. Tapi kamu tidak perlu khawatir, cobalah terapkan beberapa tips di bawah ini untuk membantu kamu terhindar dari gangguan sistem pencernaan saat mengonsumsi kudapan bersantan:


1. Konsumsi santan secukupnya dan tidak terlalu banyak.

2. Hindari konsumsi makanan tinggi lemak lainnya bersamaan dengan santan karena berisiko meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. 

3. Konsumsi suplemen yang mengandung enzim untuk memelihara kesehatan sistem pencernaan, sehingga kamu terbebas dari rasa begah, kembung, maag atau diare setelah konsumsi santan.


Salah satu suplemen makanan dengan kandungan enzim esensial yang bisa kamu gunakan adalah Freegas, Sowbat! Kandungan lengkap dari 8 enzim pencernaan esensial yaitu, protease, amilase, glukoamilase, alfa-galaktosidase, lipase, selulase, laktase, dan invertase. Enzim–enzim yang terkandung dalam suplemen ini membantu perut kamu untuk mencerna gula, lemak, hingga serat yang terkandung dalam santan, lho! Jadi kamu gak perlu khawatir lagi perut begah, kembung, dan maag menyerang saat mengonsumsi kudapan bersantan favorit kamu, ya!




Referensi:

Healthline, Medical News Today, Good Health Hall, Health24, WebMD




Tags: Santan,kudapan,enzim,sistem pencernaan,supplemen,serat,gula,maag,diare,enzim pencernaan,freegas suplemen enzim,suplemen makanan mengandung enzim