Gaya Hidup

Publish date : 05/27/2021

Bisnis farmasi kelas menengah ke bawah atau yang akhir-akhir ini dikenal sebagai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) khususnya dalam hal ini adalah apotek, mungkin ikut merasakan dampak akibat pandemi Covid-19. Meskipun pandemi ini sangat berkaitan dengan dunia kesehatan, tetapi tidak lantas membuat semua apotek dibanjiri pelanggan. Justru apotek sepi pengunjung karena adanya pembatasan jumlah orang yang keluar rumah. 


Satu tahun berlalu, pandemi tidak kunjung berhenti. Dari yang semula antusias melakukan semua aktivitas dari rumah, termasuk sekolah dan bekerja, hingga mulai merasa bosan karena selalu berada di rumah. Bahkan menurut data terbaru yang dilansir dari Our World in Data pada 20 Mei 2021, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 5.797 kasus. Sehingga total kasus Covid-19 di Indonesia saat ini ada 1,76 juta. Data ini membuktikan jika Indonesia belum sepenuhnya pulih dari wabah virus Corona. Meskipun sudah digalangkan vaksinasi dan terdapat lebih dari 9 juta warga yang telah divaksin, tetapi hal ini tidak menjadi jaminan seseorang untuk tidak akan tertular virus mematikan ini. 


Tetap patuhi protokol kesehatan ya dan jaga kesehatanmu dengan konsumsi makanan bergizi maupun vitamin. 

Dapatkan Informasi Terbaru Covid-19 di Sini: https://www.goapotik.com/covid


Jualan Online Produk Farmasi di Masa Pandemi


Trend berjualan online sebenarnya sudah ada jauh sebelum pandemi Covid-19. Sehingga saat semua orang “dipaksa” untuk di rumah saja, transaksi melalui online bukanlah hal yang baru dan perlu edukasi. Justru masyarakat semakin dipermudah untuk dapat memenuhi semua kebutuhan sehari-hari melalui online. Hal-hal yang awalnya tidak pernah terpikirkan untuk dilakukan online, menjadi mungkin. Begitu pula dengan berjualan online khususnya untuk apotek UMKM. Melalui Goapotik, apotek akan didorong untuk dapat merangkul lebih banyak pelanggan dengan cara memperluas pasar hingga seluruh kota di Indonesia. Selain itu, Goapotik menawarkan fitur yang super lengkap dari A sampai Z. Mulai dari buka toko online, update stok produk dan harga, melakukan pembelian produk langsung ke PBF, laporan disajikan otomatis, hingga bonusnya adalah telah terintegrasi dengan e-commerce besar di Indonesia seperti Tokopedia, Shopee, dan Grab. Wah, menarik banget kan jualan di Goapotik!


Masih ada lagi nih, keuntungannya! Tidak hanya fokus seputar melakukan transaksi, tetapi tim Goapotik menyediakan webinar dan training bagi Apotek yang tergabung dalam Goapotik. Pada akhir April 2021 lalu, baru saja dilakukan webinar kedua untuk Apotek dengan tema “Serba Serbi Integrasi: Seller Apps dan GPOS”. Para peserta sangat antusias dengan acara ini, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang tidak bisa dijawab secara langsung oleh pembicara karena keterbatasan waktu. Maka, pada kesempatan ini kami akan menjawab pertanyaan-pertanyaan peserta webinar secara lebih detail. Simak pembahasannya di bawah ini ya!

Baca juga: Maksimalkan Penjualan Online Melalui Serba Serbi Integrasi di Goapotik

Sesi Tanya Jawab dan Pemenang Kuis di Webinar Goapotik     

Pertanyaan seputar Seller Apps

  • Sering reject order karena stok di Tokopedia aktif padahal di seller apps sudah di non-aktifkan

Jika pesanan dari Tokopedia terbentuk atau masuk di dashboard seller GoApotik maka produk tersebut masih aktif dan ada stok di GoApotik. Pastikan selalu update stok dan status produk secara berkala untuk menghindari cancellation berkelanjutan.

  • Kalau ada orderan masuk, selalu melihat Tokopedia seller dulu, karena untuk masuk ke Goapotik  membutuhkan proses yang lama. 

Pesanan yang masuk dari Tokopedia diproses terlebih dahulu pada sistem GoApotik untuk membentuk nomor pesanan. Diharapkan Merchant selalu melakukan pengecekan berkala untuk pesanan yang masuk di dashboard seller GoApotik.

  • Kalau keseringan reject apakah ada pinalti atau denda?

Dampak jika sering reject pesanan:

1. Performa Apotek Bapak/Ibu mengalami penurunan jika sering melakukan reject.

2. Merchant akan kena autononaktif apabila selama 2 (dua) bulan berturut-turut reject rate >= 50%.

3. Akan dikenakan pemotongan security deposit apabila Apotek Bapak/Ibu sudah live di Tokopedia.

4. Kecil kemungkinannya untuk di ikut-sertakan pada program-program promosi.

  • Kenapa item aktif di Tokopedia sering non-aktif sendiri meski stok tersedia di apotek, dan perlu dilakukan aktivasi manual?

Produk di Tokopedia akan nonaktif apabila stok <= 1 (satu) dan atau status produk di GoApotik nonaktif. Jadi, pastikan stok tetap update lebih dari 1 (satu) dan status produk tetap aktif. Segera lakukan update stok, apabila sisa stoknya adalah 2 (dua) supaya produk tetap tayang pada website.

  • Kenapa excel yang diupdate stok dan harganya setiap hari tekadang berbeda dengan yang di seller dan mitra go apotik?

Pastikan saat upload file excel format kolom & nama filenya sudah sesuai dengan standar yang diinformasikan oleh GoApotik sebelumnya. Namun, apabila Bapak/Ibu membutuhkan sistem yang dapat terintegrasi secara realtime antara penjualan offline dengan onlinenya di GoApotik maka dapat menggunakan sistem GPOS Lite.

  • Reject dan cancel orderan karena ada orderan obat antibiotik tapi belum ada resep nya

Pelayanan obat resep secara online sebenarnya sama halnya dengan offline, keduanya mengacu ke Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek dan beberapa regulasi lainnya. Apoteker Apotek memiliki tanggung jawab untuk melakukan verifikasi validitas resep, dan mengacu ke regulasi ini, apotek yang memiliki hak untuk mengambil keputusan terkait pelayanan seluruh order.


Pertanyaan seputar GPOS Lite

  • Kenapa harga di GPOS LITE per tab , strip , box sudah benar, tetapi saat terima pesanan lewat tokopedia harga per stripnya tidak sesuai jadi harga per 3 tablet?

Untuk hal ini, beberapa nilai konversi di produk master kami masih ada yang belum sesuai. Solusinya adalah dengan infokan ke CS GPOS untuk produk yang konversinya masih salah tersebut. Service level pengerjaan hal ini adalah max 24 jam setelah complaint kami terima

  • Kenapa setiap melakukan edit di GPOS Lite, beberapa item yang telah di edit tidak berubah?

Ada 3 kemungkinan

1. Koneksi Internet

2. Device yang digunakan Apotek

3. Server dari GPOS

Solusinya adalah coba komunikasikan hal ini ke grup GPOS, sehingga kami bisa eskalasi masalah tersebut.

  • Kenapa harus pakai GPOS Lite baru bisa narik data otomatis?

Karena GPOS dan GOA adalah satu kesatuan yang memiliki master item yang sudah distandarkan dari sisi penamaan dan item codenya. Apabila apotek memiliki program sendiri, kami kesulitan untuk mapping produk yang ada di program tersebut, dan resiko terbesarnya adalah cukup banyak produk yang tidak sesuai dengan harga dan stok yang seharusnya. Mengingat, produk-produk yang dijual oleh apotek, cukup banyak variabel dan nilai konversinya, misal dari box ke strip ke tab.

  • Kalau harga di GPOS dan offline dibuat berbeda, apakah akan masalah bila akan disinkronkan?

Bisa disetting berbeda, antara harga offline maupun harga onlinenya, demikian pula dengan margin yang mau disetting oleh apotek untuk penjualan online

  • Bagaimana cara lihat laporan untuk bisa lihat PBF termurah atau diskon terbesar? 

Bisa dilihat di fitur laporan pembelian. Laporan -> pembelian -> rangkuman pembelian -> faktur pembelian -> pilih location -> masukkan item name contoh (HERBAKOF) -> pilih tanggal transaksi dari dan sampai tanggal berapa -> show detail (pilih yes) -> see report 

  • User diberikan sebanyak jumlah karyawan, tapi kenapa dari masing-masing HP karyawan tidak bisa print langsung ke printer Bluetooth untuk struknya?

Dalam role user (karyawan) ada settingan yang belum tentu diberikan akses untuk print struk penjualan, misal role apoteker tidak diberikan akses. Bisa hubungi team GPOS untuk dibantu setupnya.



Selain sesi tanya jawab, pada akhir acara terdapat sesi yang sepertinya sangat ditunggu-tunggu oleh para peserta webinar yaitu kuis berhadiah. Dan, berikut adalah nama para pemenang dari kuis tersebut:

  1. Apotek Khairuman

  2. Serangkai Pamengkang

  3. Apotek Prima Bogor

  4. Apotek Merjosari

  5. Apotek Asri

Selamat kepada para pemenang! Hadiah sudah dikirmkan kepada pihak Apotek sesuai data yang tercantum dalam formulir registrasi, silakan menghubungi tim Customer Service Goapotik jika belum menerima konfirmasi atas hadiah dari Goapotik. Bagi apotek yang kemarin menghadiri webinar “Serba Serbi Integrasi: Seller Apps dan GPOS” dan belum mendapatkan e-certificate dari tim Goapotik, mohon mengisi formulir berikut ini:

Survey Webinar Goapotik “Serba Serbi Integrasi: Seller Apps & GPOS”  

Sampai berjumpa di webinar selanjutnya!




Penulis: Tim Marketing Goapotik



Tags: event goapotik,webinar goapotik,seller apps,GPOS,penjualan online