Kesehatan

Publish date : 09/20/2019

Diabetes merupakan salah satu penyakit dengan kasus tertinggi di Indonesia. Menurut catatan Departemen Kesehatan, pada tahun 2018 lalu diperkirakan ada lebih dari 16 juta orang Indonesia terjangkit penyakit tersebut. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai hal mulai dari minimnya aktivitas fisik, umur, konsumsi makanan yang kurang baik sampai kebiasaan merokok.


Diabetes biasanya disertai oleh komplikasi dengan penyakit-penyakit lainnya. Salah satu komplikasi yang umum terjadi adalah neuropati. Neuropati merupakan keadaan ketika penderita diabetes tidak bisa merasakan sakit pada luka yang dimilikinya. Hal ini disebabkan karena kadar gula darah yang tinggi menyebabkan dinding pembuluh darah yang memasok asupan nutrisi dan oksigen bagi sel saraf melemah, sehingga sel-sel saraf menjadi lumpuh. Kondisi neuropati diabetik seringkali menyebabkan penderitanya mengalami kesemutan hingga mati rasa, yang pada umumnya terjadi di bagian kaki. Oleh karena itu, banyak penderita diabetes yang tidak menyadari adanya luka, yang jika tidak segera ditangani dapat memicu infeksi hingga kerusakan jaringan.


Karena tingginya kejadian infeksi jaringan akibat neuropati diabetik, penderita diabetes perlu selalu waspada dan berupaya mencegah infeksi pada luka yang dimilikinya agar tidak semakin parah. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menangani dan mengobati luka pada pasien diabetes.


Bersihkan luka secara rutin


Membersihkan luka secara rutin sangat penting untuk mencegah hadirnya kuman atau bakteri penyebab infeksi. Luka perlu dibersihkan segera dengan menggunakan air mengalir dan sabun. Keringkan luka yang telah dibersihkan dan oleskan antiseptik agar tidak ada kuman yang terpapar. Selain itu, ganti kasa atau perban secara rutin agar luka tidak terpapar kotoran yang bisa menyebabkan infeksi. Jika luka sudah mengalami infeksi, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan luka ataupun antibiotik yang tepat.


Jaga kadar gula darah


Para penderita diabetes perlu menjaga kadar gula darah dalam tubuhnya apabila ingin menyembuhkan luka dengan cepat. Sebab, kadar gula darah yang terlalu tinggi akan menyebabkan sirkulasi darah terhambat dan sistem imun melemah, sehingga luka cenderung cepat terinfeksi dan terhambat proses regenerasinya. Menjaga kadar gula darah bisa dilakukan dengan berbagai macam cara mulai dari menjaga pola asupan nutrisi agar tidak mengonsumsi terlalu banyak sumber gula seperti karbohidrat, rutin berolahraga, serta mengonsumsi obat antidiabetes atau obat penunjang lain.


Baca juga: Lakukan 3 Hal Ini Agar Luka Lebih Cepat Sembuh!


Konsumsi makanan yang bergizi


Menyembuhkan luka bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang bergizi. Salah satu nutrisi paling penting yang perlu dikonsumsi adalah protein. Protein dapat bekerja untuk membantu memperbaiki jaringan kulit terutama saat tubuh penderita diabetes terluka. Protein bisa didapat pada makanan-makanan seperti daging, telur sampai kacang-kacangan.


Untuk mencegah infeksi dan membantu mempercepat penyembuhan luka pada penderita diabetes, pasien juga dapat menggunakan Hemolok. Hemolok adalah agen hemostatik berupa cairan ataupun gel yang berguna untuk menghentikan pendarahan dan membersihkan luka, sehingga sangat berguna bagi para penderita diabetes dengan komplikasi infeksi luka akibat neuropati diabetik.




References:

https://www.alodokter.com/mengelola-luka-diabetes-demi-meminimalkan-risiko-yang-lebih-buruk

http://www.depkes.go.id/article/view/18121200001/prevent-prevent-and-prevent-the-voice-of-the-world-fight-diabetes.html

https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/tips-merawat-luka-diabetes/

https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/diabetes-kencing-manis/penyebab-luka-diabetes-susah-sembuh/





Tags: Luka,luka diabetes,perawatan luka diabetes,sembuhkan luka diabetes,luka diabetes susah sembuh,agar luka diabetes cepat sembuh,pengobatan luka diabetes,obat luka diabetes,neuropati diabetik,neuropati,diabetes,komplikasi diabetes,gel antiseptik luka,gel antiseptik luka diabetes,Hemolok