Gaya Hidup

Publish date : 09/04/2020

Tahukah kamu, jika usus kecil yang ada di dalam sistem pencernaan kita memiliki luas permukaan yang sama dengan lapangan tenis? Selain usus kecil, sistem pencernaan kita juga terdiri dari berbagai organ lain seperti lambung, usus besar, kerongkongan, empedu yang saling bekerjasama untuk menjamin kamu memperoleh nutrisi yang cukup untuk dapat menjalankan aktivitas. 


Karena pentingnya peran sistem pencernaan, kesehatannya pun menjadi kunci agar kamu tetap bisa beraktivitas dengan baik, ya. Upaya-upaya untuk memelihara fungsi sistem pencernaan tentunya perlu dilakukan sedini mungkin. Namun sebelum itu, alangkah baiknya jika kamu memahami beberapa ciri dari sistem pencernaan yang sehat. Berikut ini penjelasannya, ya:


1. Mampu Buang Air Besar Secara Rutin 


Rutin di sini bukan berarti kamu harus buang air besar setiap hari, ya. Dalam satu minggu, minimal kamu perlu buang air besar sebanyak 3 kali, atau sesuai dengan bowel motion (pergerakan usus) yang bisa berbeda bagi tiap orang. Nah, jika kamu mulai terlalu sering atau terlalu jarang buang air besar dibandingkan pada kondisi normal, bisa jadi kamu memiliki gangguan pencernaan. 


2. Karakteristik Feces


Feces atau tinja yang baik adalah memiliki konsistensi yang tidak terlalu encer, namun tidak terlalu keras. Warna alami dari tinja juga kecoklatan, ya. Jadi, jika tinja nampak berwarna kekuningan, kehijauan, abu-abu, kemerahan, atau kehitaman, pasti ada yang gak benar dengan perut kamu.


3. Jumlah Gas dalam Perut 


Setiap orang memiliki gas dalam perut. Faktanya, seseorang bisa bersendawa hingga 14 – 23 kali dalam sehari. Gas ini diperoleh dari pencernaan beberapa makanan yang banyak mengandung gas seperti minuman bersoda, kol, brokoli, dan sayuran yang kaya serat. Selain itu, gas bisa juga berasal dari ketidakmampuan tubuh untuk mencerna bahan makanan dengan baik. Jika kandungan gas dalam perut terlalu banyak, perut akan terasa tidak nyaman dan terasa kembung, bahkan gejala maag pun bisa muncul.


4. Memiliki Riwayat Gangguan Pencernaan yang Rendah atau Sedikit


Jika sistem pencernaan kamu memang terbiasa sehat, maka kamu akan jarang mengalami gangguan pencernaan, baik yang ringan seperti kembung, mual, muntah, dan konstipasi, ataupun yang berat seperti muntaber dan infeksi usus. Biasanya, orang-orang dengan kondisi pencernaan yang sehat menerapkan kebiasaan makan yang baik pula. Sesuai dengan peribahasa you are what you eat, jika sistem pencernaan kamu baik dan nutrisi terserap dengan baik pula, maka tubuh kamu bisa lebih sehat dan berenergi. 



Begini Nih, Mekanisme Sistem Pencernaan Berfungsi, serta Peran Organ dan Enzim di dalamnya!


Makanan dicerna oleh tubuh kita diawali dengan pencernaan mekanis di mulut, kemudian diteruskan ke organ pencernaan lain, agar dapat diserap oleh tubuh. Makanan yang dicerna secara mekanis ini yaitu dengan cara dikunyah di mulut dan dihaluskan oleh otot – otot lambung. Pencernaan makanan kemudian juga dibantu secara kimiawi dengan enzim-enzim pencernaan dan mikrobiota alami perut.


Seperti yang telah kita pelajari sejak kecil,  makanan seperti nasi, jagung, dan kentang banyak mengandung karbohidrat. Sedangkan, makanan seperti tempe, daging, dan telur banyak mengandung protein, dan berbagai contoh lainnya. Zat – zat seperti karbohidrat, protein, dan lemak merupakan penyusun makanan yang nantinya diperlukan tubuh kita untuk menghasilkan energi. Namun, untuk dapat diserap zat – zat tersebut harus diubah menjadi senyawa yang lebih kecil dan sederhana, dan ini dilakukan dengan bantuan enzim, Sowbat. Sebagai contoh, karbohidrat di dalam nasi perlu diubah dulu menjadi glukosa, baru kemudian dapat diserap oleh tubuh yang kemudian diubah menjadi sumber energi. Tanpa enzim, tentu saja kita tidak bisa menyerap nutrisi dan tidak bisa menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk melakukan hidup. 


Karena pentingnya enzim pencernaan ini, maka kamu perlu memastikan sistem pencernaan menghasilkan enzim yang cukup. Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mejaga kebutuhan dan menjamin enzim pencernaan tubuh dapat bekerja dengan baik :


1. Konsumsi makanan yang banyak mengandung enzim

Beberapa contoh bahan makanan yang banyak mengandung enzim antara lain madu (mengandung amilase, esterase, katalase) dan alpukat (menganding lipase, enzim untuk memecah lemak). 


2. Kunyah makanan dengan baik

Mengunyah makanan dengan baik berarti kamu sudah membantu kerja enzim untuk memecah bahan makanan menjadi senyawa yang lebih kecil. 


3. Konsumsi Probiotik 

Probiotik membantu menjaga bakteri baik yang ada di usus tetap dalam jumlah yang seimbang dan bekerja bersama dengan ezim agar sistem pencernaan bisa tetap berfungsi dengan baik. 


4. Konsumsi suplemen yang mengandung enzim 

Jaga kesehatan sistem pencernaan kamu dengan konsumsi suplemen yang aman. Jenis suplemen ini misalnya yang mengandung enzim – enzim pencernaan seperti protease, amilase, glukoamilase, alfa – galactosidase, lipase, selulase, lactase dan invertase. Dengan konsumsi enzim tambahan ini maka kamu dapat membantu kinerja sistem enzim yang ada di tubuh.




Referensi:
naturesown.com.au, livescience, healthline




Tags: Sistem Pencernaan,enzim,lambung,nutrisi,sehat,gas lambung,santan,kudapan,enzim,sistem pencernaan,suplemen,serat,gula,maag,diare,enzim pencernaan,freegas suplemen enzim,suplemen makanan mengandung enzim