Kesehatan

Publish date : 01/05/2020

Rekomendasi Pereda Pilek dan Batuk yang Aman untuk Bayi


Pilek dan batuk adalah beberapa jenis penyakit yang umum menyerang bayi dan anak-anak. Tentu saja, dengan sistem imun yang belum sempurna, bayi jadi mudah sekali tertular mikroorganisme penyebab pilek dan batuk. Terlebih, ketika seseorang yang sedang mengalaminya berada di dekat Si Kecil, virus dan mikroba masih bisa terbawa oleh udara, dan dihirup masuk ke tubuh Si Kecil. 


Jika bayi Mums sudah terserang pilek dan batuk, tentu berbagai langkah penanganan akan Mums lakukan, kan? Namun, terkadang langkah tradisional atau pertolongan dengan menggunakan bahan alami masih belum bisa memberikan efek optimal. Alhasil, Mums akan menghadapi rewelnya Si Kecil karena hidung mampet, demam, dan batuk yang tak kunjung usai. Apalagi jika kejadian berlangsung di waktu-waktu yang sulit untuk membawa Si Kecil ke dokter. Duh, semakin pusing ya, Mums?

Nah, agar setidaknya bayi dapat merasa lebih nyaman dan beristirahat dengan tenang, pemberian obat perlu Mums lakukan. Memang menentukan obat pilek dan batuk Si Kecil tidak selalu mudah ya, Mums. Karena, pilihan obat pilek dan batuk untuk bayi yang aman tidak cukup banyak. Biar gak terus kebingungan, Mums bisa mempertimbangkan beberapa rekomendasi obat yang aman dan biasa dianjurkan oleh dokter, seperti di bawah ini.


1. Parasetamol

Pilek pada umumnya disertai dengan demam dan pusing. Ketika demam yang terjadi pada bayi cukup tinggi, Mums dapat memberikan antipiretik seperti parasetamol. Zat ini juga dapat bekerja meredekan nyeri tenggorokan Si Kecil saat batuk. Pemberian parasetamol yang tepat adalah dalam 4-6 jam sekali dan tidak lebih dari 4 kali pemberian dalam waktu 24 jam. Mums sebaiknya memberikan parasetamol dalam bentuk sirup yang dapat diperoleh di apotek, karena rasanya lebih disukai anak dan lebih mudah disiapkan. Serta, gunakan pipet atau sendok obat agar takaran yang diberikan sesuai. Dan perlu dicatat juga, Mums hanya bisa memberikan obat ini jika bayi sudah berusia di atas 2 bulan, berat badan mencapai lebih dari 4 kg, dan dilahirkan setelah usia kehamilan 37 minggu (tidak prematur).


2. Ibuprofen

Sama dengan parasetamol, ibuprofen juga merupakan analgesik-antipiretik yang bisa meredakan demam, nyeri, dan mengurangi peradangan. Ibuprofen dalam bentuk sirup dapat Mums temukan di apotek dengan bermacam merek dan varian. Untuk waktu pemberian sebaiknya tidak lebih dari tiga kali dosis dalam jangka waktu 24 jam. Karena ibuprofen bersifat lebih kuat dibandingkan dengan parasetamol, Mums hanya dapat memberikan obat ini jika bayi sudah berusia 3 bulan dan berat badannya lebih dari 5 kg. Mums juga perlu berhati-hati karena ibuprofen dapat memberikan efek samping yang membuat lambung Si Kecil tidak nyaman sehingga akan mengalami efek mual atau muntah. 


3. Saline Drop

Lagi-lagi, larutan saline yang bersifat sebaguna ini, ternyata bisa Mums berikan untuk meringankan gejala batuk pilek Si Kecil. Selain efektif, larutan ini juga lebih dianjurkan oleh dokter karena tidak mengandung obat atau zat aktif apapun. Larutan garam atau saline dalam bentuk nasal drop atau tetes hidung, dapat dengan efektif melegakan saluran napasnya, Mums. Lendir berlebih pada rongga hidung dan sinus Si Kecil dapat dibersihkan dengan meneteskan obat ini sebanyak 2-3 kali. Sehingga, bayi dapat bernapas lebih lega, dan lendir tidak akan memicu gatal dan batuk pada tenggorokannya lagi. 


Nah, sudah lebih yakin akan memberikan obat yang mana kan, Mums? Penyebab pilek dan batuk bayi memang bisa beragam. Bisa jadi akibat paparan atau infeksi virus dan bakteri, maupun terjadi akibat alergi. Jika penyebabnya adalah alergi seperti rhinitis, Mums juga bisa memberikan obat alergi atau rhinitis anak yang aman dan dianjurkan. Namun, jika Mums masih tidak yakin dengan penyebab pilek dan batuk Si Kecil, sebaiknya tetap berikan pengobatan semaksimal mungkin, ya. Dan segera rujuk ke rumah sakit jika gejala nampak serius, agar segera ditangani oleh dokter, Mums.




References: Alodokter, HelloSehat



Tags: Obat pilek dan batuk bayi