Kesehatan

Publish date : 04/08/2021

Diabetes Mellitus adalah penyakit kronis yang memerlukan pemberian terapi jangka panjang untuk menekan peningkatan glukosa darah sehingga progresivitas penyakit dapat dicegah. Menurut International Diabetes Federation, pada tahun 21017 jumlah penyandang Diabetes Mellitus di Indonesia mencapai 10,3 jumlah jiwa (1). Angka ini diperkirakan akan terus mengalami peningkatan dan di tahun 2045 diperkirakan mencapai 16,7 juta jiwa atau mencapai 62% peningkatan dalam kurun waktu 28 tahun. Angka kejadian Diabetes Melitus yang semakin meningkat dari tahun ke tahun ini memerlukan perhatian khusus, terlebihnya untuk pencegahan kejadian komplikasi penyakit (di antaranya penyakit jantung koroner, gangguan ginjal, kebutaan, dan komplikasi lainnya) sampai dengan kematian (1).


Penderita diabetes perlu mengerti hal-hal penting mengenai teknik pemakaian pena insulin secara tepat sehingga tujuan terapi untuk mengontrol, mencegah efek yang tidak dikehendaki, dan peningkatan kepatuhan dalam menggunakan insulin tercapai, dengan demikian diharapkan menekan kejadian komplikasi Diabetes Mellitus.(1)


Insulin merupakan salah satu terapi yang digunakan dalam penangan Diabetes Mellitus yang tidak dapat dikontrol dengan obat antiglikemik oral.. Meskipun demikian, The Institute for Safe Medication Practices (ISMP) mengkategorikan insulin dalam golongan hight-alert, yang memerlukan kewaspadaan tinggi dalam penanganan serta penggunaanya (2). Kesalahan penggunaan insulin dapat berakibat fatal, bahkan sampai menyebabkan kematian. Penelitian oleh Hellman menunjukkan bahwa kesalahan penggunaan insulin menyebabkan 33% kematian(3).


Bagi penderita Diabetes perlu disadari bahwa sangat penting terkontrolnya gula darah secara baik. Teknik penyuntikan insulin yang baik dan tepat, lokasi penyuntikan, serta penggunaan pena insulin yang sesuai dosis dan anjuran penggunaan jarum sekali pakai merupakan hal yang menunjang optimalnya terapi insulin. Teknik penyuntikan insulin harus dengan baik dan benar sehingga keamanan dan efektivitas terapi dapat dicapai optimal(4)(5)


Pena insulin merupakan salah satu perangkat penting yang dapat memudahkan kita dalam terapi insulin keseharian. Penggunaan menjadi lebih praktis dan lebih nyaman bagi siapa saja.(6) Penggunaan jarum pada pena insulin ditujukan untuk sekali pakai sesuai ketentuan produsen jarum suntik. Produsen telah berupaya melakukan pengembangan agar penggunaan dapat lebih efektif, aman, serta lebih nyaman bagi pasien. Salah satu contohnya dengan penggunaan jarum yang lebih pendek sehingga memudahkan dalam penyuntikan subkutan (bawah kulit), dengan dinding jarum yang lebih tipis agar aliran insulin optimal serta adanya lapisan perlindungan agar penyuntikan lebih nyaman. Namun di masyarakat masih didapati penggunaan berulang jarum tersebut.(7)


Dalam penyuntikan insulin perlu dipahami hal berikut :


Lokasi penyuntikan

Rotasi penyuntikan

Berikut beberapa hal yang perlu diketahui mengenai rotasi penyuntikan insulin :
Penting dilakukan untuk mencegah terjadinya lipohipertrofi (benjolan dalam kulit) dan memastikan konsistensi penyerapan insulin. Ada kecenderungan pasien menyuntikan insulin pada bagian benjolan lipohipertrofi dikarenakan rasa sakit biasanya lebih sedikit di daerah tersebut, namun sebenarnya penyerapan insulin pada bagian tersebut tidak optimal oleh karenanya harus dihindari penyuntikan pada daerah tersebut.


Pola rotasi

Penting dipahami untuk tidak menyuntikan insulin pada satu bagian secara berulang. Berikut adalah pola rotasi yang dapat dilakukan untuk menyuntikan insulin. Pembagian lokasi menjadi beberapa kuadran.

Langkah langkah penyuntikan dengan pena insulin
Menurut Forum for Injection Technique :(7)
Mencuci tangan dan membersihkan daerah lokasi penyuntikan
Sesuaikan dengan jenis insulin yang digunakan.Apakah perlu tidaknya dihomogenkan terlebih dahulu (dikocok secara perlahan sampai warna nya putih rata, tapi tidak boleh terlalu kuat agar tidak timbul gelembung udara)


Pemasangan jarum yang baru pada setiap penyuntikan. Tusukan secara tegak lurus ke dalam pena lalu putar jarum searah jarum jam hingga maksimal.
Melakukan priming yaitu memastikan indikator dosis menunjukkan angka “0”, memutar piston searah jarum jam hingga angka 1atau 2 unit, memegang pena dengan jarum keatas, lakukan pengetukan pada cartridge secara perlahan agar udara naik ke permukaan, tekan piston dengan ibujari sampai indikator kembali angka “0”, lalu amati tetesan insulin dari ujung jarum untuk memastikan tidak ada udara di dalam pena.
Putar piston sesuai dosis yang dianjurkan dokter. Jangan lupa lakukan homogenasi ulang sebelum disuntikkan.
Menyuntik jarum dengan sudut 90  atau 45 derajat antara jarum dan lokasi penyuntikan serta perlu tidaknya dilakukan teknik pencubitan (disesuiakan dengan kondisi fisik pasien). Lalu tekan piston perlahan hingga indikator “0”
Hitung hingga 10 detik sebelum mengangkat jarum dari kulit.
Pengeluaran jarum searah dengan sudut penyuntikan.
Melakukan pembuangan jarum secara aman.
Berikut tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri suntikan insulin (5):
Tidak melakukan suntikan pada area rambut, <1cm dari pusat, paha bagian dalam, dan jaringan parut.
Menggunakan jarum yang selalu baru, jarum yang lebih tipis, dan pendek.
Penyuntikan dilakukan pada suhu kamar.
Saat menyuntik : mengeringkan alkohol sebelum penyuntikan, penusukan jarum dengan cepat, penekanan piston tidak terlalu cepat, dan menarik jarum dengan cepat tanpa merubah arah posisi jarum (sesuaia arah masuk jarum)


Penggunaan satu jarum untuk satu kali penyuntikan
Penggunaan jarum suntik yang berulang dapat dikarenakan kurangnya pemahaman bahwa penggunaan berulang dapat meningkatkan berbagai resiko seperti:(7)
Kerusakan pada jarum seperti bengkok, bagian ujung jarum  rusak / tumpul
Kemungkinan tumbuh bakteri pada jarum yang dipakai berulang dikarekan sudah tidak steril seperti pada pemakaian pertama.
Peningkatan nyeri atau perdarahan saat penyuntikan dengan jarum yang telah dipakai sebelumnya.
Ketidaksesuaian dosis terapi yang bisa disebabkan adanya sumbatan pada jarum yang telah dipakai sebelumnya.
Kontinuitas ketersedian pena insulin dan jarum pena juga harus menjadi perhatian bagi  kita.   Diperlukan kesadaran untuk kontrol secara tepat waktu, memperhatikan ketersediaan insulin agar tetap dapat melaksanakan terapi insulin dengan sesuai target dosis, pengecekan tanggal kadaluarsa, mengamati ada tidaknya perubahan yang terjadi pada larutan insulin yang dipakai, dan juga penting untuk selalu mereview teknik penyuntikan yang benar dan penggunaan pena insulin yang sesuai dengan rekomendasi yang dianjurkan.(7)


Dapatkan jarum insulin yang sesuai di sini











    Referensi

    1. International Diabetes Federation. IDF Diabetes Atlas 8th Ed. 2017 available from : http://www.diabetesatlas.org

    2. High-Alert Medications in Acute Care Settings  Institute For Save Medication Practices

    3. Hellman R. A systems approach to reducing errors in insulin therapy in the inpatient setting. Endocr Pract. 2004(2):100-8.

    4. Frid A.et al. New Insulin Delivery Recommendation, Mayo Clinic Proceeding 2016 sep;91(9):1231-55.

    5. Frid A.et al. Worldwide Injection Technique Questionnaire Study : Injecting Complications and the Role of the Professional, Mayo Clinic Proceeding 2016 sep;9(9):1224-30.

    6. Bohannon NJ. Insulin delivery using pen devices. Simple to use tools may helps young and old alike. Postgard Med.1999 Oct 15;106(5):57-8.

    7. Forum for Injection Technique and Theraphy Expert Recommendations India : The Indian Recommendations for Best Practice in insulin Injection Technique.2017



    Tags: diabetes,suntik,insulin,jarum,jaruminsulin,kesehatan,nutrisi,gula darah