Gaya Hidup

Publish date : 06/29/2021

Sebelum membahas lebih jauh mengenai penyakit kolesterol, sudahkah Sowbat ketahui tentang apa itu kolesterol dan apa bahayanya jika seseorang mengalami kolesterol tinggi? Tahu tidak Sowbat, ternyata tubuh kita rutin memproduksi kolesterol secara alami lho. Jadi, ini bukan sejenis virus atau bakteri yang berasal dari luar tubuh kita. Dilansir dari healthline.com, kolesterol adalah salah satu jenis lipid. Lipid sendiri adalah zat lilin yang berbentuk seperti lemak dan diproduksi oleh hati secara alami. Zat ini penting untuk membentuk membran sel, beberapa hormon, dan vitamin D. Wah, ternyata ada manfaatnya juga untuk tubuh kita kan, Sowbat!

 

Gejala Kolesterol

Lalu, apa yang dimaksud dengan penyakit kolesterol? Untuk memahami ini, mari kita lanjutkan pembahasan tentang produksi kolesterol dalam tubuh. Setelah tubuh memproduksi kolesterol, zat ini harus dibawa ke seluruh bagian tubuh agar dapat berfungsi dengan baik. Namun sayangnya. kolesterol tidak larut di dalam air sehingga ia juga tidak dapat mengalir melalui darah dengan sendirinya. Untuk itu, hati membantu pergerakan kolesterol dengan memproduksi lipoprotein.

Apa itu lipoprotein? Lipoprotein merupakan partikel yang terbuat dari lemak dan protein. Fungsinya adalah membawa kolesterol dan jenis lipid lainnya yaitu trigliserida melalui aliran darah. Dilihat dari jenisnya, terdapat dua jenis utama dari lipoprotein yaitu LDL (low-density lipoprotein) dan HDL (high-density lipoprotein). Mungkin selama ini Sowbat pernah mendengar istilah kolesterol jahat. Istilah tersebut untuk menggambarkan kolesterol LDL.

LDL membawa kolesterol ke pembuluh arteri. Jika darah mengandung terlalu banyak kolesterol LDL, maka kolesterol akan menumpuk dan menempel di pembuluh darah arteri kita. Akibatnya, aliran darah akan terhambat dan dapat menyebabkan gumpalan darah. Kadar kolesterol dalam darah yang tidak normal ini jika dibiarkan akan menimbulkan banyak masalah kesehatan, salah satunya adalah mengganggu kesehatan jantung yang berujung pada penyakit jantung.

Kondisi ini juga yang dikatakan sebagai gejala kolesterol tinggi. Meskipun dalam kenyataannya, seseorang yang mengalami kolesterol tinggi tidak memiliki gejala pada tubuhnya. Berdasarkan data dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention), lebih dari sepertiga orang Amerika dewasa memiliki kolesterol tinggi yang berbahaya.

Maka dari itu, sangat penting untuk memeriksakan kadar kolesterol secara rutin sebagai bentuk pencegahan. Selain itu, pahami berapa seharusnya nilai normal kolesterol yang direkomendasikan sesuai usia Sowbat. Untuk orang yang berusia 20 tahun ke atas, sudah waktunya untuk lebih peduli dengan tingkat kolesterol di tubuh ya. 

Menurut anjuran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berikut adalah nilai normal kolesterol total secara umum.     

Berapa Nilai Normal Kolesterol Total? - Direktorat P2PTM

 

Ciri-ciri Kolesterol Tinggi

Ada juga yang menyebutkan bahwa penyakit kolesterol adalah penyakit "diam", sebab ketika kadar kolesterol sedang tinggi tubuh tidak menunjukkan gejala apa pun. Bahkan tidak sedikit orang yang mengalami masalah kesehatan serius akibat kolesterol tinggi, seperti serangan jantung dan stroke. Jadi, jangan sepelekan untuk cek kolesterol dengan rutin ya!

Biasanya untuk mengukur kadar kolesterol seseorang, dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan tes darah sederhana. Tes ini digunakan untuk melihat kadar kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL, dan kadar trigliserida. Untuk hasil yang lebih akurat dan maksimal, beberapa dokter menyarankan kepada pasien untuk tidak mengonsumsi makanan ataupun minuman selama 12 jam. Tak jarang juga tes darah ini disertai dengan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter untuk mengetahui kondisi pasien lebih detail. 

Meskipun Sowbat tidak dapat merasakan gejala atau tanda kolesterol tinggi, beberapa kondisi di bawah ini perlu diperhatikan karena memiliki tingkat risiko yang lebih besar pada kolesterol tinggi:

  • obesitas atau memiliki berat badan berlebih

  • pola makan yang tidak sehat, seperti sering konsumsi makanan cepat saji

  • jarang bergerak dan berolahraga

  • merokok

  • memiliki riwayat kolesterol tinggi

  • memiliki penyakit diabetes, gagal ginjal, atau hipotiroid

 

Cara Menurunkan Kolesterol

Pernahkah Sowbat melihat iklan minuman atau obat-obatan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat? Jika diperhatikan, iklan tersebut erat kaitannya dengan berbagai macam makanan enak yang biasa kita jumpai di restoran, mal, maupun gerai makanan pinggir jalan. Jadi, sudah tahu kan penyebab kolesterol tinggi itu apa?

Bersumber dari heathline.com, makanan yang tinggi kolesterol, lemak jenuh, atau lemak trans itu meliputi:

  • Produk hewani seperti daging merah, jeroan, kuning telur, dan produk susu tinggi lemak

  • Makanan olahan yang mengandung banyak mentega, minyak sawit, dan minyak kelapa

  • Makanan yang digoreng dalam minyak yang banyak, seperti keripik kentang, kentang goreng, aneka gorengan pinggir jalan, dan ayam goreng cepat saji

  • Beberapa makanan yang dipanggang, seperti kukis dan muffin

Begitu pula dengan cara menurunkan kolesterol, satu hal penting yang perlu pasien lakukan adalah dengan mengubah pola makan tidak sehat menjadi lebih terkontrol dan konsumsi makanan maupun minuman yang dianjurkan untuk menurunkan kolesterol. Setelah itu, imbangi dengan konsumsi obat kolesterol jika kadar kolesterol dalam tubuh Sowbat sangat tinggi. Namun, untuk dapat mengonsumsi obat kolesterol harus dengan resep dokter ya agar lebih akurat dan tidak menimbulkan masalah kesehatan lainnya. Umumnya, pasien dengan kolesterol tinggi akan diresepkan obat yang mengandung statins. Obat ini bekerja dengan membantu hati agar tidak memproduksi kolesterol lebih banyak. Salah satu obat kolesterol yang terkenal adalah Atorvastatin.

Temukan di Goapotik: Harga atorvastatin 20 mg generik  

 

Makanan Penurun Kolesterol

Makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi oleh pasien kolesterol tinggi? Sebab saat ini, begitu banyak jenis diet yang mengatakan jika sudah menerapkan pola makan sehat. Ternyata, makanan untuk menurunkan kolesterol tidak bisa disamakan dengan pola diet yang beredar di media masa maupun media sosial lho. Berikut adalah jenis-jenis makanan yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL, dilansir dari mayoclinic.org dan healthline.com:

  • Ikan yang mengandung asam lemak omega-3 tinggi, seperti salmon, mackerel, tuna, dan herring. Lemak omega 3 memang tidak menurunkan kolesterol, tetapi membantu menjaga kesehatan jantung karena terdiri dari lemak tak jenuh tunggal

  • Kacang dan biji-bijian, seperti kenari, almond, biji rami, dan kacang merah. Konsumsilah dengan terkontrol atau maksimal segenggam tangan Sowbat

  • Buah-buahan, seperti alpukat, apel, dan pir. Sebaiknya batasi konsumsi alpukat dalam sehari, atau gunakan hanya sebagai pelengkap salad maupun roti lapis untuk sarapan

  • Oatmeal dan makanan tinggi serat. Sowbat bisa konsumsi oatmeal untuk sarapan dan lengkapi dengan pisang atau buah beri sebagai sumber makanan tinggi serat

  • Minyak zaitun. Sowbat dapat mengganti mentega atau minyak kelapa dengan minyak zaitun ketika akan mengolah makanan. Minyak zaitun juga bisa digunakan sebagai tambahan saus di salad sayuran Sowbat

  • Makanan yang mengandung sterol dan stanol. Sterol dan stanol adalah zat yang ditemukan pada tanaman yang terbukti dapat membantu menurunkan kolesterol. Makanan yang mengandung sterol dan stanol adalah gandum, biji bunga matahari, biji wijen, almond, canola, jagung, dan minyak zaitun. Sowbat juga dapat menemukan sterol dan stanol di makanan produksi pabrik seperti dalam margarin, keju rendah lemak, kerupuk, dan keripik

  • Makanan dan minuman yang mengandung protein whey. Protein whey adalah cairan susu yang tertinggal dari proses pengendapan dalam pembuatan keju. Sowbat dapat menemukan protein whey di beberapa produk susu yang dijual di supermarket

Baca juga: Terbiasa Melewatkan Sarapan karena Bikin Perut Enggak Nyaman? Jangan DIbiarkan!

Apakah Sowbat memiliki riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung? Sebaiknya mulai sekarang Sowbat perlu mengubah gaya hidup dan beralih ke pola makan sehat. Rutin bergerak dan berolahraga, menghindari makanan dan minuman yang tergolong cepat saji dan junk food, ganti makanan tinggi kolesterol atau lemak jenuh dengan makanan berserat tinggi yang proses olahannya dipanggang atau dikukus, selain itu yang terpenting adalah rutin cek kolesterol di apotek maupun Rumah Sakit.

 

Penulis: Tim Goapotik

 

Sumber referensi:

p2ptm.kemkes.go.id - Berapa Nilai Kolesterol Total?

www.healthline.com - Everything You Need to Know About High Cholesterol

www.cdc.gov - High Cholesterol Facts

www.mayoclinic.org - Cholesterol: Top Foods to Improve Your Numbers

lifestyle.kompas.com - Sterol dan Stanol, Penurun Kolesterol



Tags: Makanan sehat,kolesterol