Gaya Hidup

Publish date : 12/25/2019

3 Langkah Anti Panik Ketika Terserang Diare Saat Traveling


Traveling sejatinya merupakan hal yang menyenangkan untuk dijalani. Kamu bisa menemukan orang-orang baru, budaya baru, dan pemandangan yang berbeda saat traveling. Hanya saja, seringkali traveling tidak berjalan secara mulus sesuai dengan rencana yang diharapkan. Salah satunya yakni ketika mengalami diare saat traveling.

Diare merupakan salah satu penyakit yang paling sering menyerang traveller karena perbedaan kondisi lingkungan dan peredaan jenis makanan dari tempat asalnya. Berdasarkan data dari Center for Disease Control and Prevention, 20-75% serangan diare terjadi pada traveller yang mengunjungi benua Amerika Latin, Afrika, Asia dan sebagian Timur Tengah. Tingginya angka diare pada negara-negara berkembang tak lepas dari penyebab diare itu sendiri. Diare seringkali disebabkan oleh bakteri seperti  Escherichia coli dan Salmonella thypii yang terdapat pada makanan yang diproses secara sembarangan dan dengan sanitasi yang buruk. Selain itu, menurut The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene, beberapa negara di Asia Tenggara juga memiliki angka kasus keracunan makanan terhadap turis yang cukup tinggi. Ini disebabkan oleh perbedaan bakteri di tiap negara dan tubuh belum beradaptasi dengan bakteri tersebut hingga akhirnya menyebabkan diare.

Agar kamu dapat menjalani traveling dengan nyaman tanpa takut dengan serangan diare, maka pastikan kamu mengetahui langkah-langkah penanganan pertama saat menderita diare serta pencegahannya. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!


1. Segera Buang Air

Saat perut mulai melilit tak tertahankan, alangkah baiknya kamu segera buang air besar. Dengan buang air besar, racun dan bakteri penyebabnya pun akan keluar. Sehingga perut kamu jadi lebih nyaman dan gejala diare dapat berkurang. Jangan lupa untuk mencuci tangan dengan bersih, agar kamu benar-benar terbebas dari bakteri penyebab diare.


2. Gunakan Obat-obatan Pereda Diare

Jika ternyata kamu sedang dalam perjalanan jauh yang tidak memungkinkan adanya toilet terdekat, kamu bisa meringankan gejala dengan segera meminum obat diare. Gunakan juga minyak yang dapat menghangatkan area perutmu, karena panas yang dihasilkan ini dapat membantu meringankan kontraksi usus akibat racun bakteri. Tetap konsumsi obat diare dengan dosis yang dianjurkan hingga gejala mereda. 

Untuk menghentikan masalah diare saat traveling, kamu juga bisa gunakan probiotik sebagai pereda alami diare, seperti Lacidofil. Probiotik ini bekerja dengan memelihara keseimbangan mikrobiota pada usus. Bakteri jahat yang menyebabkan diare dapat ditekan dengan bantuan bakteri baik dari probiotik. Sehingga, gejala diare akibat racun bakteri penyebabnya dapat berkurang dengan segera. 


3. Cegah Dehidrasi

Saat diare, energi tubuh akan lebih cepat terkuras, karena banyaknya cairan dalam tubuh kita yang dikeluarkan. Untuk mencegah dehidrasi, sebaiknya minumlah lebih banyak air agar cairan dalam tubuh bisa kembali. Untuk mempercepat elektrolit tubuh kembali, kamu juga dianjurkan untuk meminum larutan oralit. Larutan ini dibuat dengan mencampurkan ½ sendok teh garam, ½ sendok teh soda kue, 4 sendok makan gula, dan 1 liter air.


Baca juga:

Tips Bebas Traveling Tanpa Takut Sakit

Hati-Hati, Mums! Salah Berikan Anak Susu Bisa Sebabkan Diare Akut

Biasakan Hal-hal Berikut Untuk Cegah Serangan Diare




Nah, selain mengetahui langkah tepat pencegahan diare di atas, alangkah lebih baik juga mengetahui langkah pencegahannya. Berikut ini beberapa jenis makanan yang sebaiknya kamu hindari dulu selama perjalanan karena berpotensi menyebabkan diare.


1. Gorengan

Selain tergolong sebagai junk food dengan kandungan lemak yang tinggi, gorengan juga makanan yang bisa memicu diare. Ini disebabkan dalam proses penyajian gorengan biasanya tidak melalui proses yang steril. Makanan street food juga perlu diwaspadai karena tidak terjamin kebersihannya.


2. Susu

Meskipun bergizi tinggi, susu bukanlah minuman yang dianjurkan untuk mencegah terjadinya diare. Terlebih jika Anda mengalami alergi susu, susu adalah salah satu minuman yang wajib dihindari. Karena, salah satu gejala alergi yang akan dialami adalah masalah pada saluran cerna seperti diare. 


3. Makanan Pedas

Suka dengan makanan pedas? Saat traveling sebaiknya tahan dulu hasrat untuk makan pedasnya ya, Sowbat. Sebab, makanan pedas bisa memicu terjadinya diare karena sifatnya yang dapat mengiritasi usus kamu, dan dapat menyebabkan kontraksi yang tidak diinginkan. Kontraksi ini yang kita sebut sebagai perut melilit. Makanan yang terlalu pedas juga tidak baik untuk penderita ulkus peptik atau maag, karena akan memicu pengeluaran asam dan mengiritasi lambung.


Memahami langkah dan pencegahan diare sangat penting jika kamu ingin menjalani traveling dengan nyaman. Sebab, selain dapat membuat harimu jadi menyebalkan, diare bisa menjadi penyakit yang berbahaya jika tidak ditangani segera, dan malah akan merusak rencana liburan yang telah disusun secara matang. Cegah serangan penyakit selama traveling dengan menjaga imunitas tubuh, memperhatikan sanitasi dan kebersihan, serta menghindari makanan yang berisiko menimbulkan penyakit, Sowbat!




Referensi: Fimela, HelloSehat, Kompas, Intisari Sains Medis



Tags: penanganan diare saat di perjalanan,traveling,obat diare,pencegahan diare,probiotik untuk diare,obat diare alami,lacidofil