Kesehatan

Publish date : 12/29/2019

Kerap Tertukar, Ini Lho Bedanya Flu dan Pilek!


Ketika musim peralihan berbagai penyakit pancaroba pun akan merajalela. Mulai dari masuk angin, radang tenggorokan, diare, demam, flu, dan pilek. Yup, flu dan pilek! Dua penyakit berbeda yang seringkali kita anggap sama. Gejalanya yang serupa membuat kita juga seringkali tertukar, yang mana penyakit flu dan mana yang pilek. Kalau begitu, apa yang membedakan keduanya, dong? Untuk membedakannya sebenarnya mudah, lho. Kamu bisa membandingkan berdasarkan penyebab, gejala, dan lama penyakit tersebut. Agar lebih paham, simak penjelasannya dulu di bawah ini!


1. Penyebab

Baik flu dan pilek, keduanya sama-sama disebabkan oleh virus yang menyerang tubuh kita. Hanya saja, jenis virus yang menyerang berbeda. Flu disebabkan oleh 3 jenis virus influenza yakni Influenza tipe A, Influenza tipe B, dan Influenza tipe C. Biasanya, influenza yang paling banyak menyerang adalah oleh virus influenza tipe A dan B.

Sementara itu, pilek sendiri juga terdiri dari dua tipe, yakni pilek karena alergi dan pilek karena infeksi. Pilek alergi disebabkan oleh reaksi alergi terhadap paparan alergen yang menyerang tubuh kita. Sementara itu, pilek karena infeksi disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan kita. Pilek dapat disebabkan oleh beragam jenis virus seperti coronavirus, adenovirus, human parainfluenza (HPIV), dan respiratory syncytial virus (RSV). Akan tetapi, rhinovirus menjadi jenis virus yang paling sering menyebabkan pilek. Proses penyebaran virus penyebab flu maupun pilek sendiri sama-sama yakni melalui udara.


2. Gejala

Gejala flu lebih cepat menyerang tubuh kita dan biasanya lebih parah. Baik flu dan pilek memiliki gejala yang serupa yakni sakit tenggorokan, demam, sakit kepala, batuk, dan pegal-pegal. Selain itu, ternyata penyakit flu memberikan resiko lebih besar terhadap komplikasi seperti pneumonia. Oleh karenanya, segera periksakan ke dokter jika gejala flu tak kunjung mereda, ya.

Sementara itu, gejala pilek biasanya baru muncul setelah 2-3 hari virus menyerang tubuh kita. Kamu juga bisa membedakan gejala antara pilek alergi dan pilek infeksi. Gejala pilek akibat alergi ditunjukkan oleh ruam kulit, gatal di hidung dan tenggorokan, dan bersin-bersin. Sedangkan, gejala pilek akibat infeksi virus ditunjukkan oleh demam, nyeri otot, dan sakit kepala.


3. Lama Penyakit

Pilek biasanya mereda dengan sendirinya oleh sistem imun tubuh selama 7-10 hari. Sementara itu, flu bisa menyerang tubuh kita selama 5 hari dengan serangan yang bertambah parah pada hari kedua sampai kelima. Untuk itu, kamu perlu melakukan langkah pengobatan segera agar tidak membiarkan virus tersebut berdiam dan menyerang tubuhmu lebih lama. Untuk membedakannya, kamu bisa memperhatikan apakah pilek terjadi beberapa saat saja saat berada dalam situasi tertentu atau terus menerus terjadi selama beberapa hari.


Nah, Sowbat sudah lebih paham dengan perbedaan flu dan pilek, kan? Meskipun berbeda, baik flu, pilek alergi, dan pilek infeksi bisa diobati dengan mudah kok. Cukup meminum obat-obatan pereda gejalanya seperti antialergi dan dekongestan, serta antipiretik (jika disertai demam). Kamu juga perlu meningkatkan sistem imun dengan rutin mengonsumsi suplemen seperti vitamin C ya. Lalu, jika flu dan pilek kamu tak menunjukan pemulihan juga, segera periksakan kembali ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Stay fit & immune, Sowbat!




References: Halodoc, Alodokter



Tags: Flu dan pilek