Gaya Hidup

Publish date : 02/04/2020

Kamu Harus Tahu Manfaat Super dari Temulawak Ini!


Bumbu dapur khas Indonesia memang ajaib! Tidak hanya digunakan sebagai penyedap masakan, banyak tanaman dan rempah khas Indonesia yang ternyata bisa dijadikan sebagai obat tradisional, contohnya adalah temulawak. Sowbat yang hobi memasak mungkin sudah kenal baik dengan rimpang yang mirip dengan kunyit ini. Rimpang temulawak memang satu keluarga dengan tanaman kunyit, yaitu spesies Curcuma. Temulawak yang memiliki nama latin Curcuma xanthorrhiza ini, memiliki ciri khas rimpang yang cenderung berukuran lebih besar dibandingkan dengan rimpang kunyit. Jika diiris, bagian dalam temulawak juga biasanya berwarna lebih pudar (kekuningan hingga jingga), dan berasa lebih pahit dibandingkan dengan kunyit.



Temulawak sudah dimanfaatkan secara empiris sebagai jamu tradisional oleh leluhur bangsa Indonesia, lho. Bagian rimpangnya digunakan secara tradisional oleh masyarakat luas untuk menangani berbagai gangguan kesehatan. Karena besarnya potensi tanaman ini, kurkuminoid yang merupakan zat bioaktif khas dalam rimpang temulawak juga diakui sebagai wonder drug of future, Sowbat! Dalam bentuk rebusan dan ekstrak, temulawak digunakan untuk menambah nafsu makan, memperbanyak air susu ibu (ASI), menyembuhkan sakit maag, batuk, asma, sariawan, asam urat, pegal linu, demam, ambeien, gangguan saat nifas dan menstruasi, eksim, sembelit dan diare. Bahkan, rimpang ini juga dilaporkan dapat mengobati berbagai penyakit serius seperti, kerusakan pada hati, malaria, sifilis, hipertensi, kencing batu, kolesterol, diabetes, dan masih banyak lagi. Yuk, kita bahas satu-persatu manfaat super dari rimpang temulawak pada penjelasan di bawah ini!


1. Melawan Infeksi Mikroba

Rimpang temulawak mengandung sejumlah zat antibakteri dan antijamur yang sangat efektif. Beberapa zat bioaktif yang telah teruji sebagai antimikroba di antaranya adalah, kurkuminoid, xanthorrhizol, dan tumeron.  Mekanisme antimikroba zt-zat tersebut adalah dengan menyebabkan kematian sel akibat rusaknya membran sel bakteri dan dinding sel jamur. Zat-zat alami ini dapat melawan infeksi dan bertumbuhan berbagai macam bakteri seperti, Staphylococcus sp., Salmonella sp., E. coli,  yang biasa menyebabkan jerawat, diare, dan infeksi luka. Serta efektif menghambat infeksi jamur kulit dan kelamin seperti Candida sp.

 

2. Wound Dressing dan Mempercepat Penyembuhan Luka

Berkaitan pula dengan khasiatnya sebagai antimikroba, ekstrak atau pasta dari tumbukan temulawak dapat digunakan untuk mencegah infeksi pada luka. Secara tradisional, temulawak biasa digunakan sebagai wound dressing atau penutup luka. Kurkuminoid, germakron, dan xanthorrizhol yang terkandung di dalam temulawak bersifat antiinfeksi, meredakan peradangan, dan mampu membantu regenerasi jaringan, sehingga luka dapat lebih cepat sembuh.


3. Mengobati Berbagai Gangguan Pencernaan

Curcuma xanthorrhiza telah teruji klinis berkhasiat mengatasi berbagai gangguan di saluran pencernaan, mulai dari perut kembung, irritable bowel syndrome, sembelit, hingga diare. Ketika Sowbat mengalami diare atau muntaber, zat antibakteri alami temulawak berfungsi melawan infeksi dan perkembangan bakteri patogen. Selain itu, menurut  jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology, pasien radang usus yang mengonsumsi temulawak dengan rutin setiap hari menunjukan proses penyembuhan yang lebih singkat.

 

4. Sebagai Antiradang Osteoarthritis

Senyawa antiradang seperti germakron dan kurkuminoid dalam tanaman keluarga Curcuma sp., dilaporkan bekerja menghambat produksi prostaglandin E2 yang memicu peradangan. Maka dari itu, temulawak sering digunakan untuk mengatasi radang dan nyeri akibat radang. Bahkan, zat antiradang dalam temulawak telah teruji memberikan efek setara obat ibuprofen, lho. Jika Sowbat memiliki riwayat penyakit radang sendi (osteoarthritis), jamu temulawak tentu bisa jadi pengobatan alternatif terbaik.

 

5. Meningkatkan Stamina dan Meningkatkan Nafsu Makan

Bahan-bahan alami memang ampuh membantu meningkatkan stamina. Tanaman keluarga Curcuma seperti Temulawak pun bisa jadi andalan, karena mengandung tonikum yang berperan baik dalam meningkatkan stamina. Selain itu, zat ini juga sangat membantu meningkatkan nafsu makan. Sehingga, cocok sekali untuk diberikan pada anak yang sulit makan. Untuk meningkatkan stamina, kamu bisa coba mengonsumsi jamu campuran kunyit dan temulawak, ataupun meminum suplemen yang mengandung ekstrak temulawak. Rasakan khasiatnya yang membuat tubuh jadi makin fit, kuat, dan berstamina!


6. Mengatasi Nyeri dan Kram Saat Haid dan Nifas

Nyeri haid memang selalu mengganggu aktivitas. Begitu pula ketika Mums yang masih dalam masa nifas. Biar tubuh tidak semakin lelah akibat nyeri yang tak kunjung hilang, jamu temulawak bisa jadi peredanya. Zat alami bioaktif dalam rimpang temulawak telah teruji meredakan nyeri mulai dari yang ringan seperti nyeri haid, hingga yang berat seperti nyeri sendi dan nyeri luka operasi. Selain itu, temulawak juga dapat membantu mengembalikan energi dan stamina kamu. Sehingga, kamu bisa jalani aktivitas sehari-hari dengan lebih menyenangkan.


7. Bekerja Sebagai Antispasmodik

Temulawak memiliki kandungan minyak yang bekerja sebagai antispasmodik atau merelaksasi otot polos. Oleh karena itu, temulawak dapat digunakan untuk mengatasi kram saat haid. Selain itu, temulawak juga efektif meredakan kontraksi pada usus besar ketika mengalami Irritable Bowel Syndrome (IBS). 


8. Menjaga Kesehatan Liver dan Empedu

Berdasarkan laporan penelitian pada Scientific Researh Journal, ekstrak Curcuma xanthorrhiza berkhasiat melindungi hati dari hepatotoksin, seperti karbon tetraklorida dan acetaminophen, lho. Selain itu, kandungan kurkumin dan p-toluilmetillkarbinol dan seskuiterpen d-kamper pada ekstrak temulawak juga efektif dalam meningkatkan produksi dan sekresi cairan empedu. Sehingga, sistem pencernaan mampu memetabolisme makanan dengan lebih mudah, terutama lemak.

 

9. Mencegah Agen Kanker dan Sebagai Pengobatan kanker

Temulawak telah diuji oleh banyak peneliti terkait kemampuannya untuk membantu pengobatan kanker. jurnal kesehatan The Prostate bahkan menyebutkan bahwa kandungan aktif temulawak dapat membantu pengobatan kanker prostat, kanker payudara, dan kanker usus. Berdasarkan penelitian University of Maryland Medical Center, temulawak mengandung nutrisi yang dianggap ampuh membantu menghambat sel kanker. Kurkuminoid dan felandren, dilaporkan sebagai agen antioksidan yang juga dapat menghancurkan radikal bebas pemicu kanker.


10. Memelihara Organ Dengan Sifat Diuretik Alami


Temulawak mengandung zat bioaktif yang bersifat diuretik. Diuretik adalah zat yang bersifat membersihkan tubuh dari garam (natrium) dan air dengan mempercepat proses filtrasi hingga sekresi urin pada ginjal. Pembersihan ini berfungsi untuk mencegah sehingga adanya penumpukan cairan di dalam tubuh. Sehingga, tekanan pada dinding pembuluh darah dapat terjaga dalam kondisi normal. Diuretik juga seringkali berperan menangani hipertensi, masalah ginjal, gagal hati, dan Pembengkakan jaringan (edema).


 


Referensi: DokterSehat, HelloSehat, Alodokter, Liputan6, Detik Health



Tags: Temulawak,rimpang temulawak,curcuma,curcuma xanthorrhiza,kunyit,bumbu dapur,manfaat temulawak,jamu temulawak,ekstrak temulawak,obat luka alami,antiinfeksi alami,antimikroba alami,peningkat nafsu makan,peningkat stamina