Hal yang Perlu Diketahui tentang Kanker Mata pada Anak

Goapotik
Publish Date • 02/28/2022
Share
Hal yang Perlu Diketahui tentang Kanker Mata pada Anak

Tumor adalah jaringan baru (neoplasma) yang timbul di dalam tubuh akibat pengaruh berbagai faktor penyebab dan menyebabkan jaringan setempat pada tingkat gen kehilangan kendali normal atas pertumbuhannya. Sel-sel tersebut membelah lebih cepat daripada sel normal dan tidak pada jalur yang semestinya. Sel-sel yang membelah tersebut menumpuk dan membentuk massa yang tidak terstruktur atau biasa disebut dengan Tumor. Menurut sifatnya, tumor atau neoplasma terbagi atas dua jenis, yaitu tumor jinak dan tumor ganas atau yang biasa disebut kanker. Sel kanker mengalami pertumbuhan secara infiltratif di mana sel tersebut menyebar ke jaringan sehat di sekitarnya serta mengakar kuat ke jaringan dasarnya. Berbeda dengan sel kanker, pertumbuhan sel tumor jinak tidak menyebar ke jaringan sehat di sekitarnya, tetapi hanya mendesak jaringan sehat tersebut. 



Tumor ataupun kanker dapat menyerang siapa saja, tidak mengenal range umur ataupun jenis kelamin. Pada anak-anak juga diketahui dapat mengidap penyakit Kanker atau Tumor. Tahukah Sowbat, tumor yang dapat sembuh pada anak dari semua jenis tumor hanya 2%. Berbagai tumor menyebabkan angka rata-rata harapan hidup pada anak hanya 10%. 


Tumor dapat menyebabkan kerusakan kognitif, terganggunya pertumbuhan dan perkembangan, kehidupan sosial, dan fungsi alat reproduksi. Sesuai dengan hasil penelitian, tumor mata atau kanker mata (Retinoblastoma) sering terjadi pada pasien anak-anak. Menurut usia, terdapat dua jenis kanker mata primer yang umum terjadi, kanker ocular melanoma yang terjadi pada usia dewasa, dan Retinoblastoma pada usia anak-anak.


Retinoblastoma merupakan tumor intraokular yang paling umum terjadi pada anak-anak. Retinoblastoma merupakan tumor ganas intraokuler yang paling umum terjadi pada anak-anak. Tidak ada predisposisi ras atau jenis kelamin dalam insidensi retinoblastoma. Retinoblastoma dapat bersifat unilateral (satu sisi) atau bilateral (dua sisi), 30% - 40% bersifat bilateral. Usia rata-rata pasien yang terdiagnosa retinoblastoma unilateral adalah 24 bulan dan 13 bulan pada retinoblastoma bilateral, dimana 90% pasien didiagnosa sebelum usia 5 tahun. 



Sebagian besar pasien yang terdiagnosa retinoblastoma yaitu 94% bersifat sporadik sedangkan hanya 6% yang diturunkan. Semua kasus retinoblastoma bilateral melibatkan mutasi pada sel germinal sedangkan diperkirakan 15% dari retinoblastoma sporadik unilateral disebabkan oleh mutasi germinal dan 85% bersifat sporadik.


Manifestasi klinis retinoblastoma tergantung pada stadium penyakit. Lesi (jaringan abnormal) awal dapat tidak terdiagnosa kecuali dilakukan pemeriksaan funduskopi indirek. Diagnosa tumor bisa dikonfirmasi dan dilakukan dengan cara biopsi jaringan. Tumor dapat berupa massa retina berwarna putih dengan permukaan tidak rata. Strabismus (mata juling) dapat terjadi bila tumor menyebabkan makula atau penurunan penglihatan. Pada pasien, sering disampaikan adanya keluhan, melihat adanya bayangan hitam yang menghalangi penglihatan (mata kanan atau mata kiri, bahkan bisa keduanya) disertai dengan adanya pantulan putih dan penglihatan yang semakin buram. Tumor yang lebih awal dideteksi akan lebih mudah untuk sembuh sehingga dapat meningkatkan angka kesembuhan dengan penanganan langsung.


Retinoblastoma intraokular mempunyai beberapa pola pertumbuhan tumor yaitu:

  1. Endofitik: Endofitik retinoblastoma pada umumnya berupa massa berwarna putih yang menembus membran limitan interna dan dapat disertai vitreous seeding.

  2. Eksofitik: Eksofitik retinoblastoma biasanya berwarna putih kekuningan pada rongga subretina yang dapat mengaburkan gambaran tumor serta menyerupai ablasio retina eksudatif pada coats’ disease. 

  3. Infiltratif: Infiltratif difus retinoblastoma pada umumnya unilateral, bersifat non herediter dan ditemukan pada anak usia lebih dari lima tahun.


Kanker mata adalah salah satu kanker yang dapat terjadi akibat dari penyebaran kanker pada organ lain. Secara primer, kanker terjadi jika sel-sel kanker murni tumbuh dari massa asalnya (dari bagian mata) dan berbentuk sekunder jika massa asalnya berkembang dari sel kanker lain selain di mata, misal kanker payudara, prostat, usus, ataupun paru-paru yang menyebar ke seluruh tubuh, termasuk ke mata.


Tumor adalah jaringan baru (neoplasma) yang timbul di dalam tubuh akibat pengaruh multifaktor penyebab dan menyebabkan jaringan setempat pada tingkat gen kehilangan kendali normal atas pertumbuhannya yang terbentuk dalam jangka waktu lama dan mengalami kemajuan melalui stadium berbeda-beda. Faktor nutrisi merupakan satu aspek yang sangat penting, kompleks dan sangat dikaitkan dengan proses patologis tumor. Secara garis besar, tumor mata disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

  1. Mutasi gen pengendali pertumbuhan

  2. Malformasi kongenital

  3. Kelainan metabolisme (hormon)

  4. Penyakit vaskuler

  5. Inflamasi intraokuler

  6. Neoplasma yang bersifat ganas atau jinak.

  7. Trauma

  8. Gaya hidup, seperti merokok, diet dan minum-minuman keras (alkohol)

  9. Paparan sinar matahari dan ultraviolet (UV), dan

  10. Infeksi virus ( Papilloma dan neoplasia intraepitel konjungtiva)


Penemuan dalam studi klinis menyatakan, pengobatan yang paling efektif untuk menangani kasus ini adalah dengan melakukan operasi pengangkatan tumor dan diikuti dengan kemoterapi. Kemoterapi dapat dilakukan sebelum ataupun sesudah operasi. Hal ini dilakukan dengan harapan, kemoterapi sebelum operasi dapat membantu pengurangan ukuran tumor dan setelah operasi dilakukan agar dapat menghambat pertumbuhan kembali tumor setelah operasi pengangkatan. Operasi pengangkatan biasanya dilakukan untuk menghambat pertumbuhan tumor di bagian dalam bola mata dan saraf optik infiltrasi. Menurut penelitian, lokasi pertumbuhan tumor paling sering adalah di retina.



Sumber:

  1. Pieter Juanarta,Mohamad Rinaldi Dahlan,Andri Rezano. Characteristics of Eye Tumor in Children Diagnosed at the National Eye Center Cicendo Eye Hospital . Althea Medical Journal 2017. Fakultas Kedokteran, Universitas Padjajaran, Bandung. Maret 2017.

  2. Dr. Hendrian D. Soebagjo, dr., Sp. M (K). Onkologi Mata. Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga. Surabaya, 2019. 

  3. Ginting,Dianita Veulina. RETINOBLASTOMA IN OLDER CHILDREN : A CASE REPORT AND REVIEW. Perpustakaan Rs Mata Cicendo, Bandung, Jawa Barat. Juni 2020.