Kesehatan

Publish date : 02/04/2020

Benarkah Peluang Hidup atau Sembuh Leukemia Sangat Rendah?



Leukemia atau kanker darah putih adalah salah satu silent killer di dunia. Bagaimana tidak, kasus kanker ini mencapai 2,5 persen dari keseluruhan total kanker yang ada di dunia. Belum lagi gejala leukemia umumnya yang baru nampak setelah sel kanker menyebar. Biaya pengobatan yang tidak sedikit serta angka kematian yang cukup tinggi juga menjadi faktor-faktor yang ditakuti oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Persentase kematian akibat kanker darah bahkan dapat mencapai 30 persen, berdasarkan laporan National Cancer Institute. Inilah yang membuat masyarakat masih takut akan diagnosa leukemia, dan sering beranggapan bahwa penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Sebenarnya, seberapa besar angka harapan hidup penderita leukemia, dan apakah benar-benar tidak bisa disembuhkan? Simak jawabannya di bawah ini, agar Sowbat lebih paham.



Apa Itu Leukemia atau Kanker Darah? 


Leukemia adalah salah satu kondisi abnormalitas jaringan pembentuk darah, lebih tepatnya kelebihan produksi sel darah putih dengan fungsi abnormal. Kanker darah memang tidak seperti kanker pada umumnya, karena tidak menimbulkan tumor atau pertumbuhan jaringan yang ganas. Namun, kanker jenis ini justru menjadi berbahaya karena berefek pada sel darah yang tersebar ke seluruh tubuh.



Bagaimana Proses Leukemia Membahayakan Tubuh?


Pada kondisi leukemia, gangguan terjadi pada saat proses pematangan sel. Sehingga, sel darah putih (leukosit) dilepaskan dalam bentuk tidak sempurna atau abnormal, serta dihasilkan dengan sangat banyak dan cepat. Jika diperiksa di bawah mikroskop, akan terlihat jumlah leukosit yang mendominasi, berbentuk lebih besar, dan beberapa sel nampak masih dalam bentuk megakariosit (sel berinti) yang tidak umum ditemukan pada aliran darah. Sel darah putih abnormal, dapat menjadi ganas dan cenderung memakan sel darah merah dan keping darah di sekitarnya. Inilah hal yang menyebabkan kanker darah berbahaya, karena akan mengacaukan keseimbangan pada sistem peredaran darah. Sel darah merah yang semakin sedikit tidak akan mampu mencukupi kebutuhan nutrisi dan oksigen jaringan dan organ. Sementara itu, keping darah yang terlalu sedikit juga akan memicu pendarahan yang membahayakan. Jika dibiarkan, organ-organ vital akan mengalami penurunan fungsi hingga kematian jaringan, dan pendarahan akan lebih sering terjadi. 



Seberapa Sering Leukemia Terjadi?


Kasus leukemia dilaporkan telah mencapai 2,5 persen dari keseluruhan kasus kanker di yang ada. Penyakit ini juga dikenal tidak memandang umur. Menurut Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), 60% dari semua anak yang mengalami kanker di dunia menderita kanker darah. Di sisi lain, orang dewasa yang mengalami kanker darah umumnya terdiagnosa pada usia lanjut. Dilansir dari Medical News Today diperkirakan terdapat sekitar 60.000 kasus leukemia terjadi sepanjang tahun 2018 di Amerika Serikat, dan sebanyak 24.370 pasien tidak bertahan hidup.



Jenis-Jenis Leukemia atau Kanker Darah Putih


1. Leukemia limfoblastik akut


Acute lymphoblastic leukemia (ALL) merupakan kondisi sumsum tulang (bone marrow) terlalu banyak memproduksi limfoblas. Limfoblas adalah jenis limfosit yang belum matang. Karena sifatnya yang akut, maka perkembangan penyakit terjadi sangat cepat, dan bersifat lebih mematikan.


2. Leukemia limfositik kronis


Ketika sumsum tulang terlalu banyak memproduksi limfosit yang abnormal, maka Chronic lymphocytic leukemia (CLL) dapat terjadi. Sel yang abnormal akan bersifat ganas dan menyebabkan sel lainnya menjadi abnormal ataupun menganggu fungsi sel lain. Leukemia kronis biasanya terjadi secara perlahan. Namun, faktor genetik dan paparan radikal bebas cenderung dapat mendorong perkembangan sel abnormal menjadi lebih cepat.


3. Leukemia mieloblastik akut


Apabila mieoblas dilepaskan oleh sumsum tulang terlalu banyak dan tidak terkendali, maka keseimbangan peredaran darah akan terganggu. Mieoblas sendiri merupakan sel mieloid yang belum matang. Karena adanya abnormalitas, maka diproduksilah mieoblas ini dengan cepat dan ganas. Kondisi ini kita sebut juga sebagai Leukemia mieloblastik akut atau Acute myeloblastic leukemia (AML). Kondisi ini seringkali berakibat lebih fatal, karena sifatnya yang akut atau cepat menyebar.


4. Leukemia mielositik kronis


Chronic myelocytic leukemia (CML) disebabkan oleh ketidakmampuan sumsum tulang untuk memproduksi sel mieloid yang matang. Oleh karena itu, sel abnormal akan dilepaskan ke peredaran darah. Secara perlahan, sel abnormal akan menyebabkan gangguan pada sistem di sekitarnya, dan lebih berbahaya lagi jika sel-sel lainnya ikut menjadi ganas.




Inilah Alasan Mengapa Leukemia Sulit Disembuhkan


Berdasarkan Riset Harvard Medical School, kanker darah dinyatakan termasuk dalam 5 peringkat teratas penyakit kanker paling mematikan di dunia. Hal ini tentu sangat beralasan, terutama karena sebagian besar penderita kanker darah adalah pasien usia balita (0-4 tahun) dan usia lanjut (lebih dari 55 tahun), yang nota bene nya memiliki kondisi tubuh yang lebih lemah. Menurut National Cancer Institute, pasien kanker usia lanjut menunjukan tingkat kematian sebesar 12,6 hingga 30 persen. Selain itu, jenis kanker juga mempengaruhi tingkat kesembuhan penyakit. Rata-rata pasien yang sulit bertahan hidup adalah penderita kanker darah akut, karena penyebarannya yang cepat dan keganasannya yang lebih tinggi. Biasanya penderita kanker akut memiliki harapan hidup yang kurang dari 5 tahun. Pada beberapa kasus, bahkan kematian dapat terjadi hanya dalam waktu 3-6 bulan setelah diagnosa. 


Faktor lain yang menyebabkan sulitnya penyembuhan kanker darah adalah sulitnya mendapatkan donor sumsum tulang yang cocok. Pada kanker akut, salah satu cara paling efektif untuk memberantas penyakit adalah dengan melakukan cangkok atau transplantasi sel induk sumsum tulang (bone marrow) ataupun penggunaan sel punca (stem cell). Sel induk donor bekerja dengan membentuk sistem kekebalan baru yang menganggap sel kanker sebagai benda asing yang harus diberantas. Namun, hingga sekitar 70 persen dari pasien yang akan melakukan transplantasi, tidak mendapatkan donor dengan genetik yang cocok.



Seberapa Besar Peluang Hidup Pasien Leukemia, dan Bagaimana Cara Pengobatannya?


Angka peluang hidup atau kemungkinan waktu hidup pasien leukemia bergantung pada beberapa faktor seperti, jenis kanker, stadium kanker, usia penderita, hingga kondisi fisiologis pasien. Angka peluang hidup atau kesembuhan inilah yang mengindikasikan apakah pengobatan dapat dilakukan dengan sukses. Menurut American Cancer Society, tolak ukur harapan hidup pasien kanker adalah 5 tahun setelah diagnosa. 


Dilansir dari Detik Health, Dr. Ronald A. Hukom, SpPD, KHOM menyebutkan bahwa biasanya pada kasus Acute myeloblastic leukemia hanya terdapat kurang dari 25 persen pasien yang dapat bertahan selama 5 tahun. Di sisi lain, jenis kanker darah lainnya masih dapat memberikan harapan hidup hingga 95 persen jika dalam penanganan yang tepat. Perkembangan dan inovasi medis juga diharapkan akan meningkatkan harapan hidup pasien. Hingga saat ini, terdapat beberapa metode penyembuhan leukemia, mulai dari pemberian obat-obatan oral, imunoterapi, kemoterapi, radioterapi, hingga transplatasi sumsum tulang belakang. Di samping itu, perawatan intensif serta semangat dari keluarga dan kerabat, tentunya juga sangat penting bagi proses penyembuhan pasien leukemia.




References: Detik Health, Liputan 6, Alodokter, KitaBisa, Suara



Tags: Leukemia,leukemia limfositik akut,leukemia limfositik kronis,leukemia mieloblastik akut,leukemia mieloblastik kronis,kanker darah,kanker,hari kanker sedunia,kanker anak,harapan hidup pasien kanker,peluang sembuh kanker,bahaya kanker,pengobatan kanker,kemoterapi,radioterapi,transplantasi sumsum tulang