Kesehatan

Publish date : 07/09/2021

Sakit jantung, penyakit kardiovaskular satu ini memang terdengar mengerikan. Apalagi kalau tidak tahu adanya riwayat pada penyakit ini sebelumnya. Tentu sowbat pernah mendengar berita tentang selebritis yang meninggal mendadak akibat serangan jantung bukan? Padahal gaya hidupnya sehat, sering olahraga dan peduli pada kesehatan. Lebih mengejutkannya, usianya masih tergolong dewasa muda yang kemungkinan risiko mengidap penyakit jantungnya lebih kecil dibandingkan lansia. Lalu, adakah cara untuk mengetahui apakah seseorang memiliki penyakit jantung atau tidak selain dari riwayat penyakit? Dan, bagaimana pengobatan penyakit jantung yang benar? Simak penjelasannya di bawah ini ya.

 

Gejala Penyakit Jantung

Sebelum mengetahui apa saja gejala dari penyakit jantung, tahukah sowbat kalau ternyata penyakit ini terdiri dari berbagai jenis, lho. Jadi, gejalanya pun ditentukan dari setiap jenis penyakit jantung. Menurut healthline.com, penyakit jantung dapat dibedakan menjadi 5 jenis yaitu

  • Aritmia. Ini adalah kondisi untuk pasien yang mengalami kelainan pada irama jantung. Irama atau debaran jantungnya bisa terlalu cepat atau terlalu lambat dan disertai dengan pusing, nadi lambat, nyeri dada, hingga pingsan.

  • Aterosklerosis. Penyakit jantung karena adanya pengerasan pada pembuluh darah. Kondisi ini akan mengurangi suplai aliran darah ke ekstremitas atau anggota gerak. Gejalanya aterosklerosis adalah nyeri dada, sesak napas, merasa dingin di seluruh tubuh, mati rasa, kaki dan tangan lemah, serta muncul rasa sakit di beberapa titik tubuh yang tidak biasa.   

  • Kardiomiopati. Penyakit yang menyerang otot jantung, sehingga katup jantung menjadi lebih keras, besar, kaku, tebal, atau lemah. Pasien akan mengalami gejala seperti kelelahan, perut kembung, kaki bengkak terutama pada pergelangan, sesak napas, dan nadi berdebar lebih cepat.  

  • Cacat jantung bawaan. Kondisi kelainan jantung yang dialami sejak lahir. Sebenarnya saat dalam kandungan janin sudah tumbuh dengan masalah pada jantungnya, tetapi sayangnya tidak pernah terdiagnosis. Saat lahir, barulah bayi dapat diperiksa dan dinilai apakah mengalami cacat jantung atau tidak. Gejalanya seperti kulit kebiruan, pembengkakan pada ekstremitas, sesak napas atau kesulitan bernapas, kelelahan dan tidak ada energi, serta irama jantung yang tidak teratur.

  • Penyakit jantung koroner. Biasa disebut sebagai penyakit jantung iskemik, dan penyebabnya karena adanya penumpukan plak di arteri jantung. Karena adanya penumpukan plak, maka aliran darah ke jantung menjadi terhambat. Darah yang kaya oksigen tidak dapat dialirkan dengan lancar melalui jantung dan paru-paru. Ciri penyakit jantung koroner adalah nyeri dada, terdapat perasaan tertekan di dada, sesak napas, mual, serta mengalami gangguan pencernaan.

  • Infeksi jantung. Jenis penyakit jantung yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau parasit. Pasien akan mengalami gejala seperti nyeri dada, sesak atau batuk, demam, panas dingin, dan muncul ruam kulit.

Baca juga: Beredar di Pasaran Jenis Obat Batuk Kombinasi Batuk Berdahak dan Batuk Kering, Amankah? 


Pencegahan Penyakit Jantung

Dalam heart.org, American Heart Association mengatakan bahwa penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor 1 di Amerika Serikat. Untuk itu perlu dilakukan pencegahan yang tepat agar terhindar dari penyakit jantung, serangan jantung mendadak, dan stroke. Dan, salah satu hal yang paling penting adalah dengan mengubah gaya hidup.

Dilansir dari heart.org beberapa gaya hidup berikut ini sangat tepat untuk dilakukan sejak dini oleh semua orang atau sebagai obat alami bagi orang yang memiliki riwayat penyakit jantung.

  • Hentikan kebiasaan merokok dan jangan menjadi perokok pasif, sebab kandungan dalam rokok sangat berbahaya bagi kesehatan jantung.

  • Pilih nutrisi yang baik untuk tubuh, sebab makanan yang sehat merupakan senjata yang ampuh untuk terhindar dari berbagai penyakit kardiovaskular. Terapkan diet sehat yang menekankan asupan sayur, buah, biji-bijian dan kacang-kacangan, susu rendah lemak, ikan, dan minyak nabati. Serta batasi asupan manis seperti dalam permen, minuman manis, dan daging merah. 

  • Perhatikan tingkat kolesterol dalam darah, sebab tumpukan lemak dalam pembuluh darah dapat memicu terjadinya serangan jantung.

  • Jaga tekanan darah tetap pada batas normal jika memiliki riwayat hipertensi, dapat dengan konsumsi obat penurun tekanan darah yang memang digunakan untuk mengobati hipertensi seperti Candesartan atau dengan membatasi asupan natrium.  

  • Aktif secara fisik setiap hari telah dibuktikan melalui sebuah penelitian dapat membantu menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan menjaga berat badan. Setidaknya luangkan waktu 150 menit setiap minggu dengan intensitas sedang untuk mencapai tujuan ini. 

  • Berjuang untuk mendapatkan dan menjaga berat badan yang sehat, dengan memilih nutrisi yang baik untuk tubuh, mengontrol jumlah asupan kalori, dan lakukan aktivitas fisik dengan rutin.

  • Waspadalah jika memiliki riwayat diabetes, sebab gula darah yang tidak normal dapat memicu terjadinya penyakit lain, dan jika tidak dilakukan diet dan gaya hidup sehat maka besar kemungkinan untuk mengembangkan risiko penyakit kardiovaskular. 

  • Kurangi stres dan jaga pikiran agar tetap sehat sebab stres memiliki korelasi yang tinggi akan risiko penyakit jantung koroner.

  • Batasi konsumsi minuman beralkohol, sebab minuman ini dapat meningkatkan tekanan darah yang memicu pada hipertensi dan penyakit jantung.

Baca juga: 7+ Makanan Penurun Kolesterol Tinggi


Obat Penyakit Jantung

Menurut healthline.com, penyakit jantung sebenarnya tidak dapat disembuhkan melainkan dokter hanya memberikan resep obat untuk mencegah terjadinya gejala dari penyakit jantung agar tidak fatal dan merusak organ lainnya. Sehingga, perawatan pada penyakit jantung memerlukan ketekunan dan waktu yang sangat lama bahkan seumur hidup. Lalu, bagaimana dengan serangan jantung, adakah pertolongan pertama yang tepat dan bisa kita lakukan untuk mencegah dampak serangan jantung lebih fatal? Berikut penjelasan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait pertolongan pertama pada serangan jantung yang tidak sadarkan diri.

Pertolongan Pertama pada Serangan Jantung - Direktorat P2PTM

Untuk selanjutnya, perlu dilakukan upaya lainnya selain dari obat-obatan dalam perawatan penyakit jantung sebagai tindakan preventif dari timbulnya serangan jantung di kemudian hari. Dan, cara mencegahnya adalah dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, konsumsi obat untuk jantung dengan rutin, dan yang tak kalah penting adalah seperti yang telah disebutkan sebelumnya yaitu mengubah gaya hidup. Salah satu obat untuk jantung yang juga dapat digunakan untuk membantu mengobati hipertensi, angina pektoris, dan aritmia adalah Bisoprolol.

Temukan di Goapotik: Harga Bisoprolol 

 

Penulis: Tim Goapotik

Sumber referensi:

www.heart.org - Lifestyle Changes for Heart Attack Prevention

www.healthline.com - What is Coronary Artery Disease?

p2ptm.kemkes.go.id - Pertolongan Pertama pada Serangan Jantung



Tags: Penyakit Jantung,Kardiovaskular,Obat Jantung